Jangan Diframe Baru, Indonesia Sudah Empat kali Jadi Anggota DK PBB

0
Jangan Diframe Baru, Indonesia Sudah Empat kali Jadi Anggota DK PBB

PolitikToday – Pengamat Hubungan Internasional Teguh Santosa menilai terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB bukan hal yang baru. Setidaknya sudah empat kali Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB, salah satunya pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sudah empat kali kemudian di frame sebagai sesuatu yang baru, di mana Menlu sujud syukur di situ,” kata Teguh, saat menjadi pembicara Ngopi di Sebrang Istana yang diselenggarakan Kedai Kopi di restoran Ajag Ijig, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Apalagi terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB kali ini hanya menang dalam voting dengan negara Maldives.

“Itu saya katakan negara kecil, jika air laut saja naik sampai satu meter, habis negaranya, kecuali kita menang voting dengan India, itu baru jadi posisi tawar,” jelasnya.

Di sisi lain, sambung Teguh, jika status anggota tidak tetap DK PBB menjadi satu pertimbangan negara lain dalam memandang Indonesia maka pertemuan puncak denuklirisasi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un tidak akan digelar di Vietnam maupun Singapura. Seyogyanya pertemuan tersebut bakal dihelat di Jakarta.

“Mengapa tidak digelar di Indonesia yang juga negara di Asia Tenggara. Kenapa di Singapura dan Hanoi Vietnam,” ujarnya.

Selain itu, dari catatannya, saat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terbang menuju Myanmar untuk menemui Penasihat Pemerintah Myanmar Aung San Suu Kyi guna membahas isu kemanusiaan Rohingnya di Rakhine State sempat diminta oleh Su Kyi untuk tidak menggunakan bahasa atau kata Rohingya.

“Terbukti Menlu tidak bicara itu. Apakah itu yang dinamakan posisi tawar,” pungkas Teguh.

(rt)

Baca juga  Bahas Kondisi Bangsa, JK Undang Tokoh Agama dan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here