Jilatan Maut Dubes RI untuk Arab Saudi Kepada Jokowi

0
Jilatan Maut Dubes RI untuk Arab Saudi Kepada Jokowi

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel pernyataan yang menyesatkan. Ia menyebutkan Ibu Iriana Jokowi perempuan pertama yang diizinkan memasuki rumah sekaligus makam Nabi Muhammad SAW. Entah maksud pernyataan tersebut bermaksud untuk ‘menjilat’ Jokowi yang tengah berada di tanah suci, atau karena ‘kedunguannya’ tidak membaca sejarah.

Lalu apa hukumnya jika pernyataan itu merupakan upaya Agus untuk menjilat Jokowi?

Dalam hadits riwayat Bukhori-Mulim mengatakan, “Kalian pasti akan bertemu dengan orang-orang yang paling Allah benci, yaitu mereka yang bermuka dua. Di satu kesempatan, mereka memperlihatkan satu sisi muka, namun di kala yang lain, mereka memperlihatkan muka yang lain pula”.

Penjilat sering juga dianggap sebagai orang bermuka dua. Ia dapat mengatakan hal yang bertolak belakang dengan kenyataannya, tergantung di hadapan siapa ia berbicara. Tujuan seorang penjilat tak lebih untuk kepentingannya secara pribadi, agar orang lain atau orang yang ‘dijilat’ memandang baik kepadanya.

“Menjilat bukanlah termasuk karakteristik moral seorang mukmin,” (Kanzul Ummat, hadits 29364).

Terkadang, budaya menjilat ini timbul karena salah memahami makna dan pengertian tawadhu (rendah diri). Misalnya, seorang bawahan merasa perlu memuji atasan setinggi langit demi menunjukkan loyalitas. Akan tetapi, seorang atasan yang bijak seharusnya menasehati jika bawahannya terindikasi ‘menjilat’ yang berlebihan.

Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, “Memuji lebih dari yang seharusnya adalah penjilatan.” (Nahjul Balaghah, hikmah 347).

Lalu bagaimana jika pernyataan Duber RI untuk Arab Saudi tersebut berasal dari ketidaktahuannya tentang sejarah. Siapa saja pemimpin dan elite negeri ini yang pernah berziarah ke makam nabi dan sebagainya. Hemat saya, pulangkan saja dia atau sekolahkan agar ia bisa belajar banyak. Jika nanti ilmunya telah cukup, barulah diberikan kesemapatan kembali.

Baca juga  ‘Pesan Seorang Kakak’, SBY Motivasi Pengusaha Startup Sragen

Diriwayatkan dari Abu Dzar, ia bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah tidakkah anda berminat memberikan sebuah jabatan?” beliau menepuk pundak nya dan bersabda “kamu seorang yang lemah sementara jabatan adalah sebuah amanah dan sebab kesulitan dan penyesalan di hari kiamat nanti, kecuali orang yang hak dan melaksnakan semua kewajiban”.

Untuk diketahui bersama, sebelum Iriana Jokowi, Ibu Ani Yudhoyono istri Presiden RI keenam sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah berziarah kemakam Rasul pada tahun 2006. Saat itu, SBY, Ibu Ani yudhoyono beserta rombongan disambut Imam Masjid Nabawi. Kemudian bersama rombongan menuju Raudah (taman surga/bekas rumah Rasulullah). Di sana SBY beserta rombongan laki-laki melaksanakan sholat, dan setelah itu baru berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Seusai SBY dan rombongan berziarah kemakam nabi, giliran Ibu Ani Yudhoyono dan rombongan perempuan yang berkesempatan masuk ke dalam ruang makam nabi. Setelah semua selesai bermunajat, SBY dan rombongan bergerak meninggalkan masjid. Sampai di sini jelaslah pernyataan Dubes RI untuk Arab Saudi merupakan pernyataan yang menyesatkan.

Jika tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah untuk meluruskan kekeliriuan ini, maka Jokowi adalah orang pertama yang menjilat ludahnya sendiri tentang pemberantasan hoax. Semoga Pemilu esok, Rabu (17/4), mengahsilkan pemimpin yang amanah dan tidak gemar menjadikan hoax untuk kepentingan popularitas.

Daud Amirudin Bestari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here