Kantor Staf Presiden Dianggap Abuse of Power

0
480
Kantor Staf Presiden Dianggap Abuse of Power
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

PolitikToday – Keberadaan Kantor Staf Presiden mulai banyak menuai kritikan. Tidak sedikit kritikan mengatakan Kantor Staf Presiden tersebut telah menjadi abuse of power.

Menurut politisi Gerindra, Fadli Zon mengatakan ada kecenderungan lembaga itu rentan disalahgunakan hanya untuk melayani kepentingan politik Presiden Jokowi menjelang pemilihan umum.

“Yang saya dengar urusannya urusan kepentingan menampung orang-orang yang menjadi relawan dan sebagainya. Jadi itu bisa kategorinya abuse of power juga ya, menggunakan anggaran negara tapi bisa dipakai untuk kepentingan pribadi presiden, bukan lembaga kepresidenan,” kata Fadli.

Fadli beranggapan, tugas-tugas untuk membantu presiden telah terangkum dalam funsi Sekretariat Kabinet.

“Saya kira lembaga-lembaga kepresidenan sudah terlalu banyak. Ada Setneg, ada Seskab, ada Kepala Staf Kepresidenan. Cukup ada Sekneg dan ada Seskab ya. Sekneg ini harusnya yang menjadi pilar yang paling penting. KSP ini tidak jelas. Nanti kerja buat negara atau kerja untuk calon presiden. Bubarin saja itu KSP,” ujarnya.

Baca juga  Menag Klarifikasi di DPR, PAN: Kenapa Penceramah Non-Islam Tak Sekalian Diatur?

Sementara itu, Pengamat hukum tata negara Margarito Kamis menganggap keberadaan KSP akan tumpang tindih dengan Setkab.

“Saya sudah pernah kritik itu. Kalau mau, rombak saja struktur Setkab. Masukkan fungsi KSP di sana, supaya tidak tumpang tindih,” kata Margarito (17/5).

Sebelumnya Jokowi menambah 4 orang stafsus presiden. Alasan Jokowi menambah staf khusus dikarenakan faktor kebutuhan. Terlebih tugas kepresidenan semakin banyak tahun ini.

“Karena sesuai kebutuhan, jadi baru dilakukan itu. Tugas yang begitu banyak di lingkaran presiden memerlukan tambahan stafsus,” ucap Pramono.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here