Kartu Prakerja, Kedunguan Penguasa atau Hanya Janji Dusta?

0
Soal Kartu Prakerja, Fahri Hamzah: Sudahlah Omong Kosong Itu

Presiden Joko Widodo memang tangguh. Di posisinya yang bak telor di ujung tanduk, ia kian berani dalam mengumbar janji. Demi kembali mendapat simpati, Jokowi menjanjikan sesuatu hal mustahil bisa ia tepati. Jika nanti terpilih lagi, para pengangguran akan ia beri gaji. Sebuah janji yang bukan hanya tidak masuk akal, tapi mungkin bisa dikategorikan sebagai pembohongan massal.

Baru-baru ini, Jokowi memperkenalkan salah satu program terobosannya kepada publik. Ia menamakannya dengan “Kartu Pra-kerja”. Dengan kartu andalan itu, setiap warga negara lulusan SMA, SMK, politeknik, dan perguruan tinggi, akan diberi pelatihan untuk memasuki dunia kerja. Namun, jika usai pelatihan belum dapat pekerjaan, maka negara akan memberi mereka gaji bulanan.

Janji manis Jokowi ini terasa begitu ironi, di tengah kondisi ekonomi bangsa yang tengah porak-poranda. Saat negara belum mampu menyejahterakan pegawai negeri, tidak sanggup memberi gaji layak kepada tenaga honorer, penguasa yang berambisi mempertahankan tahta justru sesumbar ingin menggaji para pengangguran.

Di Kota Tanggerang, Banten, ada sekitar tiga ribu guru honorer yang belum menerima gaji selama dua bulan hingga awal Maret ini. Di Situbondo, Jawa Timur, ratusan karyawan dan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menggelar aksi unjuk rasa pada akhir tahun lalu, akibat sudah empat bulan gaji mereka belum dibayarkan.

Ini merupakan cerminan betapa buruknya manajemen pemerintah dalam penyaluran gaji para pegawainya. Kondisi ini diperparah dengan keuangan negara yang terus defisit setiap tahun. Utang kian membengkak. Bahkan untuk membayar bunga utang, penguasa terpaksa membuat utang baru.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, pun ikut menyangsikan program ini bisa terwujud. Sebab, menggaji pengangguran ini akan membutuhkan anggaran yang sangat besar sekali. Data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah tujuh juta jiwa. Andai Jokowi menggaji mereka Rp1 juta saja per orang, maka akan butuh biaya Rp7 triliun! Ini baru untuk sekali gajian.

Baca juga  Pilrektor dan Dugaan Mendagri Catut Nama Presiden

Lalu, masih juga bercita-cita ingin menggaji warga negara yang belum mendapat kerja? Ini dungu namanya. Mereka yang sudah jelas-jelas dipakai jasanya, belum bisa digaji layak, kini diwacanakan pula menggaji orang yang tidak berbuat apa-apa. Entah dungu atau emang sengaja berdusta, demi mengharap limpahan suara.

Memang, hal yang termudah bagi pemimpin negeri saat ini adalah bicara. Sementara, hal tersulit baginya adalah bercermin. Tak heran, rakyat acap kali dibuat termangu karena kebodohan pemimpin dalam melihat diri sendiri. Sebab, ia teramat sering mengumbar janji, tapi selalu gagal memenuhinya.

Hampir lima tahun Jokowi berkuasa, sangat banyak janji kampanye yang dulu ia gembar-gemborkan, tak pernah kunjung terwujud. Setidaknya ada 66 janji Jokowi — kata Fadli Zon ada 100 janji — yang tak kunjung dipenuhi. Fakta ini mudah sekali dibuktikan. Jejak digital janji Jokowi bertebaran di dunia maya. Bisa dihitung dengan jari, mana saja yang bisa terealisasi.

Bisa dikatakan, hampir semua janji manis Jokowi dulu hanya angin surga belaka. Begitu rakyat tergiur, dan berduyun-duyun memberikan suara, Jokowi pun lupa. Nyaris tak satupun utang itu ia realisasikan. Ia jadi penguasa, hidup rakyat tak kunjung sejahtera. Malah yang ada, kian menderita.

Kini, hampir lima tahun berkuasa, Jokowi kembali butuh suara rakyat, demi tetap bertahta di singgasana. Angin surga pun lagi-lagi ia hembuskan, janji baru kembali ia koarkan, agar publik memilihnya menjadi presiden untuk lima tahun mendatang.

Begitulah jika rasa malu sudah tak lagi dimiliki pemimpin kita. Demi ambisi berkuasa, semua janji manis ia ucapkan begitu saja. Padahal semua orang tahu, janji yang dulu nyaris tak ia tunaikan. Janji lama tak dipenuhi, janji baru dibuat lagi. Inilah keserakahan.

Baca juga  Heboh Paradise Papers, dari Ratu Elizabeth hingga Tommy Soeharto dan Prabowo

Oleh: Patrick Wilson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here