KASTA Nilai Kampanye Ahok Sarat Manipulasi dan Bohongi Publik

0

Kampanye pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dinilai sarat manipulasi dan cenderung membohongi publik. Salah satu contohnya adalah manipulasi Ahok-Djarot diantaranya soal kenaikan-kenaikan bantuan dana operasional untuk pengurus RT dan RW.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Kajian Seputar Kota (Kasta), Didi O Affandi, Selasa (21/3/2017). Menurutnya, pasangan petahana tersebut dalam berbagai kesempatan mengklaim bahwa kenaikan bantuan dana operasional untuk pengurus RT dan RW itu mereka yang menggagas. Padahal, kata dia, faktanya adalah kenaikan anggaran RT-RW itu merupakan hasil reses serta pertemuan dengan pengurus RT-RW yang kemudian digodok bersama Plt Gubernur DKI, Soni Sumarsono.

“Masyarakat sudah pintar dan mampu menilai mana yang bohong dan mana yang benar-benar ingin menyelesaikan masalah Jakarta. Mana yang berani dengan program terukur dan mana yang hanya berani dengan jargon dan bukti-bukti bohong,” kata Didi saat dihubungi, Senin (20/3/2017).

Didi juga mensinyalir, demi mempertahankan kursi kekuasaannya, Ahok-Djarot berupaya melakukan beragam cara agar warga mau mencoblos pasangan itu pada 19 April mendatang. Berbagai program pun mulai dijalankan. Termasuk program Pangan Murah. Salah satunya Program Pangan Murah untuk para pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), PPSU, dan penghuni rusun.

Bagi pemegang KJP untuk membeli daging hanya dikenakan Rp 35.000 per kilogram. Lalu, daging ayam Rp 8.000 per ekor. Kemudian, beras Rp 30.000 per 5 kg, dan telur ayam Rp 12.500 per kg.

“Dulu sebelum ada kampanye, Ahok tega memaki-maki seorang ibu dengan sebutan maling, hanya karena si ibu ingin menanyakan KJP soal pencairan tunai. Ini jelas termasuk program akal-akalan yang bermotif politis,” terang Didi.

Sementara, program lainnya, yaitu pencairan KJP pada April, Program Keluarga Harapan (PKH) akan muncul di Maret, serta Bantuan modal nelayan Maret April akan turun. Tak hanya itu, bantuan sosial untuk Masjid dan Mushala akan cair di April. ?”Ahok memanfaatkan APBD untuk ambisi politiknya. Ini sangat kami sayangkan,” pungkas Didi.

Baca juga  Selain Agun, KPK Juga Periksa Marzuki Alie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here