Kasus Romahurmuziy Coreng Citra Parpol

0
Romi Mengaku Dijebak Dan Menulis Surat Untuk Keluarga, Partai Hingga TKN

PolitikToday – Kasus yang menjerat Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dinilai Pengamat hukum Universitas Jember (Unej) Dr Bayu Dwi Anggono akan dapat merusak dan semakin memperburuk citra partai politik (parpol) menjelang pemilu 2019 mendatang. Dikatakan Bayu, apa yang dialami Romi akan mengancam kepercayaan rakyat terhadap partai politik.

“Tertangkap Ketua Umum PPP oleh KPK tidak hanya memprihatinkan, tetapi juga semakin mengancam keberlangsungan demokrasi Indonesia utamanya kepercayaan rakyat terhadap parpol dan pemilu,” katanya di Jember, Jumat (22/3).

Ditambahkan Bayu, seharusnya partai politik berlomba-lomba membangun citra positif agar pemilih tertarik menggunakan hak pilihnya. Namun yang terjadi, lanjutnya justru terbalik. Partai politik seperti berlomba menyuguhi perilaku tidak terpuji dari ketua umum parpol.

Ia menyarankan untuk mencegah apatisme publik kepada penyelenggaraan pemilu sebagai akibat gagal parpol menunjukkan citra positif di masyarakat, lanjut dia, maka KPU beserta pegiat pemilu dan kelompok masyarakat sipil harus tetap membangun optimisme. Optimisme yang perlu dibangun itu adalah bahwa parpol di Indonesia memang masih penuh masalah dan bisa diperbaiki.

Dia mengatakan, tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu juga bukanlah solusi yang bijak. Mengingat jika kebanyakan orang-orang baik tidak menggunakan hak pilihnya, maka justru orang-orang miskin integritaslah yang akan memegang kekuasaan.

“Untuk itulah, pemilih perlu sangat selektif melihat rekam jejak dan integritas para calon anggota legislatif, agar ke depannya parlemen dan politik Indonesia diisi oleh orang-orang yang benar-benar memiliki integritas,” ujarnya.

Ia menjelaskan jika dilihat secara seksama tertangkap Romahurmuziy, adalah kasus kesekian dari barisan parpol pendukung pasangan calon nomor 02 juga memiliki elit politik yang juga tersandung masalah korupsi yang juga ditangani oleh KPK. Sehingga publik sudah mengetahui bahwa parpol baik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandi juga memiliki kader yang tersandung korupsi.

Baca juga  Menanti Pemimpin Rakyat Lewat Pemilu 2019

Bayu menilai pasangan calon 01 bisa mendapat keuntungan elektoral jika narasi mereka bahwa Presiden Joko Widodo tidak pandang bulu dalam pemberantasan korupsi yang dibuktikan dengan tidak mengintervensi KPK soal penangkapan ketua umum parpol yang mendukungnya. Sehingga dipercaya oleh mayoritas publik. Kemudian, sebaliknya pasangan calon 02 juga akan mendapat keuntungan elektoral, jika narasi yang mereka bangun bahwa Pemerintahan Jokowi gagal menghadirkan pemerintahan bersih dipercaya mayoritas publik.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here