Kepada Penyidik, Dahnil Anzar Akui Pesimis Polri Bisa Ungkap Kasus Novel Baswedan

0
33

PolitikToday – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku pesimis aparat penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mampu mengungkap pelaku penyiraman terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Diungkapkan Dahnil, salah satu upaya untuk mengungkap kasus penganiayaan yang dialami Novel adalah dengan membentuk Tim Pencari Fakta yang beranggotakan tokoh tokoh kredibel.

“Saya pesimis Polisi mau menuntaskan kasus ini, jadi pertanyaan ini yang banyak disampaikan. Saya terus akan mengkritik proses penyelesaian masalah ini,” kata Dahnil usai menjalani pemeriksaan, Di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/1).

Dahnil yang diperiksa aparat penyidik Polda Metro Jaya terkait ucapannya di acara Metro Realitas beberapa waktu lalu menyebutkan, selama sembilan jam dirinya diperiksa sebagai saksi dan ada 24 pertanyaan yang disampaikan oleh sembilan penyidik Direskrimum pada Senin (22/1/2018) kemarin.

Baca juga  Pengamat: JK Belum Sepenuhnya Dukung Jokowi Dua Periode

Menurutnya, salah satu cara untuk mengungkap tindakan kriminal yang mengakibatkan mata kiri Novel Baswedan mengalami kerusakan itu adalah dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk oleh Presiden.

“TGPF akan dapat membantu aparat Kepolisian memecahkan siapa pelaku kasus yang sudah berjalan selama sembilan bulan ini. Terlebih Polisi memiliki keterbatasan ketika menyangkut hal non teknis atau dengan kata lain terkait politik yang bisa saja menjadi salah satu penghambat Kepolisian untuk menuntaskan kasus ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam acara “Benang Kusut Kasus Novel” Dahnil sempat menyampaikan bahwa pelak pelaku penyerangan terhadap Novel adalah seseorang yang berprofesi sebagai “mata elang” atau jasa penagih utang.

Baca juga  Penetapan Cagub Papua Ditunda Seminggu

Karena ucapannya itu, aparat Polda Metro Jaya langsung meminta Dahnil menyampaikan klarifikasinya karena Polisi menduga asmsi Dahnil terkait pelaku penyerangan terhadap Novel tidak memiliki fakta hukum dan bukti lainnya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here