Kepsek yang Dipecat Ahok, Menangi Gugatan Tingkat Kasasi

0

Perjuangan mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Retno Listyarti membuahkan hasil. Majelis Hakim tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) akhirnya memenangkan Retno Listyarti dalam perkara tata usaha negara melawan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mantan kepala SMAN 3 Jakarta itu sempat dipecat dari jabatannya sebagai kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Retno kemudian menggugat pemecatannya lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Retno yang  menang sejak tingkat pertama kembali memenangkan persidangan pada tingkat kasasi. Lewat situs resmi mahkamahagung.go.id, majelis hakim dalam amar putusannya memutus “Tolak Kasasi”. Putusan tersebut dibuat pada 13 Desember 2016.

MA kemudian memerintahkan Pemprov DKI Jakarta membatalkan SK pencopotan Retno sebagai kepala sekolah SMA Negeri 3. Pemprov DKI Jakarta juga harus memulihkan nama baik Retno. “Pengadilan kini sudah membatalkan SK itu di tiga tingkatan,” ungkap Retno.

Retno menyambut baik putusan tersebut. Prioritas Retno adalah pemulihan nama baiknya. Pasalnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menudingnya melakukan pelanggaran berat. Bagi Retno, perihal pemulihan nama baiknya amat penting karena terkait dengan Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) yang dipimpinnya.

Terkait dengan pengembalian posisinya sebagai kepala sekolah, Retno menyatakan akan menerima keputusan itu dengan penuh hormat. Tetapi ia mengaku sejujurnya sudah tidak berminat menjadi kepala sekolah.

Jadi, jika posisinya dikembalikan, kemungkinan besar sekitar enam bulan sampai setahun kemudian ia akan mengundurkan diri. Alasannya, Retno lebih menikmati pekerjaannya sebagai pengajar ketimbang mengurusi manajemen sekolah.

Sengketa Retno dan Pemprov DKI Jakarta berawal dari kehadiran Retno pada talk show di sebuah stasiun televisi swasta. Saat itu ia hadir sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Masalahnya, pada waktu yang bersamaan sedang dilangsungkan ujian nasional untuk siswa-siswi SMA.

Akibatnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah. Lantas, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun mencopot Retno dari jabatannya pada Mei 2015.Merasa diperlakukan tidak adil, Retno kemudian menggugat Pemprov DKI Jakarta ke meja hijau.(rh)

Baca juga  Bahas Nasib Setnov, Dewan Pakar Partai Golkar Gelar Rapat Bersama DPP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here