Ketika SBY Dianugerahi Gelar “Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia”

0
SBY menerima gelar "Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia" pada peringatan Harkopnas ke-67 di Medan, Sumut, Selasa, 15 Juli 2014

PolitikToday – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata menyandang gelar ‘Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia’.  Penghargaan ini disematkan empat tahun silam (15/7/2014), pada puncak Peringatan Hari Koperasi ke-67 di Lapangan Benteng Medan, Sumatera Utara.

Kala itu Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Syarief Hasan dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid menyerahkan selempang sebagai simbolisasi anugerah.

Syarief Hasan menyebut anugerah itu diberikan karena sumbangsih besar SBY dalam mengembangkan perkoperasian di Indonesia. Ia mencontohkan jumlah koperasi, keanggotaan koperasi maupun modal uang yang digulirkan kepada koperasi meningkat pesat semasa pemerintahan SBY. Selain itu koperasi Indonesia juga berkiprah di tingkat internasional.

Selama era kepemimpinan Presiden ke-6 RI, gerakan koperasi meningkat signifikan. Pada akhir 2013, jumlah koperasi mencapai 206.888 unit dengan jumlah anggota 35.337.900. Volume usaha sebesar Rp 125.59 triliun. Selain itu, Koperasi Warga Semen Gresik pada tahun 2013 masuk ke dalam 300 koperasi kelas dunia dan menjadi wakil dari Indonesia yang menduduki ranking 233.

Sesuai Aspirasi Insan Koperasi

Keputusan untuk memberikan gelar tersebut atas dasar aspirasi insan koperasi seluruh Indonesia. Aspirasi ini dirangkum berdasarkan Rapat Pimpinan Nasional Dekopin yang diikuti oleh 34 Dekopin Wilayah, 489 Dekopin Daerah, dan 61 Induk Koperasi. Alasannya berbagai prestasi SBY, terutama dari sisi perekonomian nasional.

“Banyak kemajuan di berbagai bidang yang telah dicapai dalam satu dasawarsa terakhir di bawah kepemimpinan Bapak SBY. Stabilitas nasional terawat dengan baik. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap tinggi dan stabil di tengah kelesuan perekonomian dunia. Infrastruktur sosial ekonomi terus meningkat pesat dan merata di seluruh penjuru tanah air,” kata Nurdin kala itu.

Selama sepuluh tahun pemerintahan SBY, gerakan koperasi semakin berkembang dan maju. Selain itu, kepercayaan masyarakat internasional juga meningkat terhadap gerakan koperasi Indonesia.

Baca juga  AM Fatwa Kritik Pemerintahan Jokowi Terkait Pembangunan SDM

“Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat koperasi internasional kepada gerakan koperasi Indonesia, yang ditandai dengan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah Kongres Organisasi Koperasi Dunia – ICA Asia Pasifik yang akan diselenggarakan pada September 2014 di Bali,” lanjut Nurdin.

Pandangan SBY

SBY sendiri menilai koperasi merupakan tonggak perekonomian yang penting. Perkembangan gerakan koperasi bisa menjadi jawaban atas kesenjangan sosial dan ekonomi yang melanda negara-negara di dunia seiring era globalisasi. Karena itu koperasi perlu tumbuh dan berkembang di Indonesia. “Koperasi tetap relevan dan penting sepanjang masa,” kata SBY dalam sambutannya pada puncak Peringatan Hari Koperasi ke-67.

Sebagai negara dengan ekonomi teresar ke-10 di dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup menggembirakan. Namun pertumbuhan ekonomi itu, kata SBY, jangan sampai hanya dinikmati sebagian orang, melainkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Ada empat hal yang pokok yang akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi itu. Pertama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang harus tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan BUMN akan menciptakan lapangan kerja, dan pembayaran pajak. Pajak itu penting karena merupakan 70 persen sumber penghasilan negara.

Aspek kedua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan rakyat akan semakin merata. Ketiga, koperasi yang jelas-jelas membawa manfaat bagi anggotanya. Keempat, pemerintah harus tetap mengasuh, mendorong dan memajukan koperasi.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here