Koalisi Adil Makmur yang Kian Semrawut

0
Koalisi Adil Makmur yang Kian Semrawut

Waktu yang diamanatkan oleh Undang – undang kepada Komisi Pemilihan Umum untuk mengumumkan hasil pemilihan umum tinggal dalam hitungan dua hari. Sebagaimana ditetapkan dalam undang undang, bahwa KPU diberi kesempatan untuk menyelesaikan proses penghitungan suara secara manual selambat lambatnya tanggal 22 Mei lusa.

Dan mendekati hari H tersebut, berbagai peristiwa yang menarik perhatian kian banyak terjadi. Mulai dari penangkapan beberapa aktifis politik yang berasal dari kubu pendukung pasangan Prabowo – Sandiaga Uno sampai pada kisruh di internal koalisi Adil Makmur yang membuat masing masing terlibat dalam perang kata kata di media sosial.

Memang beberapa waktu lalu ada rencana KPU untuk mengundur waktu pelaksanaan pengumuman hasil final perolehan suara Pemilu 2019 dari tanggal 22 Mei menjadi tanggal 25. Namun sejauh ini saya belum melihat adanya tanda tanda hal itu akan direalisasikan mengingat sudah ada protes dan peringatan dari bergagai kalangan kepada KPU agar mereka mematuhi tahapan yang sudah ditetapkan.

Namun yang menarik dari rangkaian peristiwa itu bukanlah pada pelaksanaan hari pengumuman tersebut. Namun semakin tercerai berainya koalisi pendukung Capres Prabowo-Sandiaga yang semakin memperlihatkan ketidak solidan mereka dalam menghadapi masalah. Sepertinya, prinsip koalisi yang selama ini merek pegang teguh sudah tidak lagi erat dan kuat mengikat teman seiring.

Saya melihat jalinan benang koalisi pendukung Prabowo -Sandiaga ini harus segera dibereskan. Namun pertanyaannya siapakah yang bisa merajut kembali benang benang kepentingan itu kedalam satu sulaman bernama Koalisi Adil Makmur. Saat ini saja, perbedaan pandangan dan sikap dalam menyikapi hasil penghitungan sementara KPU saja, masing masing partai anggota koalisi sudah saling cakar dan serang.

Partai yang paling terkena dampak dari kegaduhan itu jelas Partai Demokrat. Bahkan tidak main main. Koalisi ini bahkan menyerang pribadi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai salah satu partai yang beda pandangan di antara beberapa partai anggota koalisi Prabowo-Sandiaga, Demokrat memang sejak dari awal sudah dinilai oleh rekan-rekan seperjuangannya sedang bermain “dua kaki”. Tentu tuduhan ini sangat tidak berdasar. Sebab dari awal, Partai Demokratlah yang selalu berdiri di depan setiap ada serangan dilancarkan terhadap Prabowo dan Sandiaga.

Baca juga  Sandi Minta Jurkamnas Tidak Keluarkan Pernyataan Menyerang

Partai Demokrat selalu menegaskan sikap mereka tidak pernah berubah dan akan tetap berjuang bersama Prabowo-Sandiaga hingga akhir proses pemilu. Namun apa pun yang disampaikan Partai Demokrat, ternyata dianggap tidak memuaskan. Bahkan dari hari ke hari, status Partai Demokrat di tubuh koalisi terus dipertanyakan.

Namun, serangan demi serangan dan bersifat pribadi menyebabkan kader kader Demokrat seperti Ferdinand Hutahaean, Cipta Panca Laksana, Andi Arief, Rachland Nashidik dan Jansen Sitindaon akhirnya meradang. Penyerang pribadi tehadap Ibu Ani jelas sangat melewati batas dialektika koalisi. Saya menganggap wajar jika Ferdinand menyebut ada “setan gundul” ditubuh koalisi Adil Makmur. Ferdinand dan Jansen bahkan mengancam keluar dari koalisi Prabowo-Sandiaga, serta akan mengajak partainya untuk melakukan hal serupa.

Saya melihat ketersinggungan kader Partai Demokrat jelas dapat dimaklumi dan memang begitulah seharusnya mereka bersikap. Apalagi dalam serangan tersebut, Ani Yudhoyono dituduh pura-pura sakit? Jelas itu bukankah main main dan tidak berdasar. Tuduhan kepada Ibu Ani secara tidak langsung dianggap sebagai cara SBY untuk tidak mau campur tangan dengan koalisi Prabowo-Sandiaga?

Saya jelas mendukung Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur. Sebab bukan begitu caranya berpolitik. Jalinan hubungan politik harus didasari pada sikap saling menghormati dan menghargai. Bukan slaing fitnah dan serang pribadi. Dan seharusnya para politisi itu memahami hal tersebut.

Oleh Buhanuddin Khusairi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here