Komisi I DPR: Langgar HAM, OPM Teroris

0
Komisi I DPR: Langgar HAM, OPM Teroris
Anggota TNI dibantu warga mempersiapkan peti jenazah untuk korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018). (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

PolitikToday – Anggota Komisi I DPR Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha, menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah NKRI dinilai bukan lagi sekadar gerombolan separatis.

“Ini lebih cenderung dari teroris. Mereka sudah melebihi dari melanggar HAM,” ujarnya, Kamis (6/12).

Syaifullah merujuk pembantaian sadis terhadap 19 pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. 

Syaifullah meminta TNI bergerak menumpas pergerakan OPM.

“Melalui operasi militer selain perang, ruang gerak mereka dari hutan ke hutan harus segera dibatasi,” katanya.

Sebut Indonesia Kolonial

Sementara itu, OPM menolak menolak disebut sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Mereka mengaku sebagai pejuang kemerdekaan.

“Kami menyampaikan kepada negara kolonial Indonesia bahwa kami berjuang, bukan KKB, KKSB dan lain-lain. Kami adalah pejuang sejati untuk kebebasan republik West Papua,” kata Jurubicara OPM Sebby Sanbom dalam keterangan tertulis, Rabu (5/12).

Sebby menyatakan bertanggungjawab atas penembakan 19 pekerja Trans Papua. Dia menyatakan solusi masalah Papua adalah kemerdekaan dan berdaulat sendiri sebagai bangsa. Bukan jalan Trans Papua maupun pembangunan lainnya.

“Kami tidak butuh pembangunan oleh pemerintah kolonial RI; kami hanya ingin kemerdekaan penuh,” imbuhnya.

“Semua pembanguan infrastruktur segera hentikan, dan segera lakukan perundingan antara wakil TPNPB-OPM dan pemerintah RI untuk menentukan masa depan bangsa Papua,” sambung dia.

(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here