Konfrontasi Hasto Jegal Jokowi Mendekat ke Demokrat

0

Baru-baru ini nama Puan Maharani dan Pramono Anung disebut oleh terdakwa Setya Novanto terlibat dalam bagi-bagi uang jatah proyek KTP Elektronik. Tidak mau menjadi bola liar, Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto langsung membuat konfrontasi dengan melempar tuduhan kepada Partai Demokrat. Bukannya memberi pemahaman politik yang benar kepada publik, Hasto malah menuding semua tanggung jawab harus diemban partai Demokrat.

Sikap yang ditunjukkan Hasto sebenarnya menunjukkan konfrontasi terbuka PDI Perjuangan terhadap Partai Demokrat. Ada nuansa ketidak senangan ketika melihat Jokowi merapat ke Demokrat, apa lagi Jokowi dengan gambling menyatakan dirinya seorang Demokrat. Hal ini tentunya menjadi ancaman bagi eksistensi partai berlambang banteng moncong putih ini.

Seperti yang diketahui, Pilpres 2019 merupakan pertarungan terakhir bagi Jokowi. Mau tidak mau, jika PDI Perjuangan tetap mau eksis di Pemilu 2024 tentunya dia harus menyelipkan kadernya untuk mendampingi Jokowi. Karena secara kansnya yang mempunyai peluang untuk menang di Pemilu selanjutnya adalah wakil presiden pendamping Jokowi.

Kalaupun nantinya Jokowi disandingkan dengan orang non PDI Perjuangan, tentu partai yang digawangi Megawati ini tidak dengan mudah memberi kursi RI 2 kepada partai lain. Salah beri, PDI Perjuangan bisa kehilangan peluang di Pemilu 2024 dan malah menguntungkan partai yang mengusung calon wakil presiden Jokowi.

Inilah alasan munculnya calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi berasal dari kalangan professional. Beberapa nama saat ini sudah digadang-gadang. Seperti Sri Mulyani, Mahfud MD, dan Budi Gunawan.

Hal ini diyakini oleh partai pengusung Jokowi sebagai langkah sportif untuk menghadapi pemilu berikutnya. Semua partai bersiap-siap menyiapkan kader terbaiknya 5 tahun setelah 2019. Begitulah agaknya skenario yang ditawarkan.

Kedekatan Jokowi dengan Partai Demokrat tentunya sedikit mengganggu PDI Perjuangan dan partai pengusung lainnya. Bahaya jika Jokowi nantinya kepincut berpasangan dengan calon yang ditawari oleh partai Demokrat. Semua skenario jangka panjang tersebut nantinya akan rusak. Bisa-bisa pemilu 2024 jadi milik Demokrat.

Baca juga  Minta Pemerintah Transparan, PPP Ikut Kritik Kebijakan Bebas Visa

Hal inilah yang membuat PDI Perjuangan akhir-akhir ini sedikit membuat konfrontasi dengan Partai Demokrat. PDI Perjuangan seakan ingin membuat gerah kader Demokrat dengan tudingan-tudingan yang dialamatkan pada partai berlambang Mercy ini. Langkah ini diharapkan membuat kader Demokrat menjauh dari Jokowi.

Terlepas dari itu, apa yang ditunjukkan Hasto di depan media seakan memperkuat memori masyarakat bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang korup. Jokowi ditugaskan sebagai petugas partai seakan untuk melindungi kepentingan partai. Terbukti sejumlah elite PDI Perjuangan yang selama ini disebut terlibat kasus KTP Elektronik belum tersentuh oleh KPK.

Menolak lupa. PDI Perjuangan merupakan partai terkorup dalam rentang waktu 2002-2014 berdasarkan laporan KPK Watch. Partai ini berhasil menguasai kasus korupsi yang ada di Indonesia dengan dominasi kasus sebesar 33,6 persen. Dengan angka tersebut, partai ini merupakan kampiun di nominasi partai paling korup.

Belum lagi pernyataan mantan Kepala Litbang PDI Perjuangan Kwik Kian Gie yang pernah menyatan partainya merupakan sarang koruptor. Harusnya dengan semua masa lalu tersebut PDI Perjuangan berbenah memperbaiki diri seperti yang dilakukan Partai Demokrat.

Alih-alih Demokrat melindungi kadernya yang terlibat korupsi, saat SBY menjabat ia mempersilahkan KPK menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak tebang pilih. Lihat saja, sekelas ketua umum Demokrat saat itu menjadi pesakitan KPK. Begitulah komitmen SBY dan partai Demokrat dalam hal pemberantasan korupsi.

Bukan seperti PDI Perjuangan yang terkesan menutupi, mengelabui, dan bahkan mengkronfortasi pihak lain yang harus bertanggung jawab. PDI Perjuangan sebagai partai pemerintah harusnya berani terbuka untuk mempersilahkan KPK bekerja maksimal, bukan melindungi sekalipun itu adalah anak Megawati.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here