Koopssusgab TNI Kembali Dilibatkan Melawan Teroris?

0
632
Koopssusgab TNI Kembali Dilibatkan Melawan Teroris?

PolitikToday – Wacana kembali menghidupkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI kembali mencuat setelah serangkaian aksi teror bom di Surabaya.

Menurut Moeldoko, Presiden Joko Widodo tertarik untuk menghidupkan kembali satuan Komandan Operasi Khusus Gabungan TNI yang kini statusnya dibekukan.

“Kalau saya laporan kemarin ke Presiden beliau tertarik. Nanti kami akan bicara dengan Panglima TNI. Itu perlu kami laporkan lagi ke Presiden,” kata Moeldoko, Rabu (16/5).

Wacana tersebut menuai perdebatan pro dan kontra. Di pihak yang mendukung rencana tersebut meminta dibuat aturan yang ketat. Sementara itu, pihak yang menolak berpendapat sebaiknya pemerintah menyelesaikan revisi undang-undang pemberantasan terorisme.

Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi setuju dengan kembali dihidupkannya Koopssusgab. Menurut Hendardi, pengaktifan kembali komando hanya sebatas bantuan dan berada di bawah kendali Polri, sesuai Pasal 7 Undang-Undang 34/2004 tentang TNI.

Baca juga  DPR Belum Diberitahu Pembentukan Koopssusgab dari Pasukan 'Super Elite' Antiteror TNI

“Tanpa pembatasan, apalagi di luar kerangka sistem peradilan pidana, Koopssusgab hanya akan menjadi teror baru bagi warga negara,” ujar Hendardi, Kamis (17/5).

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas berpendapat pemerintah dan DPR lebih baik mempercepat penyelesaian RUU Antiterorisme.

“Rencana pembentukan Koopssusgab yang terdiri dari satuan-satuan di TNI untuk menangkal terorisme sebaiknya tidak diteruskan. Kita berharap bahwa DPR dan pemerintah fokus pada Revisi Undang-Undang Antiterorisme,” katanya.

Menurut Emhas, meski harus menindak pelaku dan jejaring terorisme dengan tegas, Emhas meminta undang-undang itu juga harus tetap menjamin hak-hak asasi terduga teroris.

Koopssusgab diresmikan pada 9 Juni 2015, saat Moeldoko masih menjabat Panglima TNI.

Baca juga  Pengamat Nilai Aksi Duet Adjat dan Syaikhu Diluar Konteks Pilkada

Komando itu berisi gabungan pasukan khusus terdiri dari tiga matra TNI, yaitu Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat, Detasemen Jalamangkara Angkatan Laut, dan Satbravo 90 Korps Pasukan Khas Angkatan Udara. Konsep utamanya adalah membentuk pasukan yang bisa diturunkan secara cepat ketika terjadi situasi genting menyangkut terorisme. Tugas-tugas yang ditangani Koopssusgab hanya terbatas pada operasi luar biasa.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here