Korupsi Gempa NTB, Oknum DPRD Mataram Fraksi Golkar Kena OTT

0
2011
Korupsi Gempa NTB, Oknum DPRD Mataram Fraksi Golkar Kena OTT

PolitikToday – Anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi Golkar berinisial M ditangkap aparat kejaksaan. Penangkapan M ketika yang bersangkutan sedang bertransaksi sejumlah uang di sebuah restoran di Cakranegara, Mataram, pada Jumat (14/9/2018) pagi

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, I Ketut Sumedana M diduga hendak menerima sejumlah uang untuk proyek rehabilitasi sekolah pascagempa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami tangkap dalam OTT di sebuah rumah makan di Cakranegara. Barang buktinya uang senilai Rp 30 juta yang diduga hasil pemerasan,” ujar Ketut.

Ketut juga menyebut M diduga melakukan pemerasan terhadap pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram. Pemerasan itu terkait dengan rencana proyek rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah bangunan SD dan SMP di Kota Mataram.

Baca juga  Jokowi-Ma’ruf Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Sebelumnya, kata Ketut, pekan lalu pihak Kejari Mataram menerima informasi dari masyarakat tentang dugaan pemerasan yang dilakukan M. Informasi dan laporan masyarakat itu menyebutkan ulah M yang sering kali meminta jatah proyek dalam pembangunan di Kota Mataram.

“Laporan yang masuk, yang bersangkutan minta jatah dalam proyek rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan SD dan SMP di Kota Mataram pascagempa bumi,” bebernya.

Kejari kemudian membentuk tim untuk mendalami dugaan itu. Ketut mengungkapan, pada Kamis (13/9) malam, tim jaksa membuntuti gerak-gerik M. Namun, M masih menolak pemberian karena jumlahnya hanya Rp 1 juta.

“Pada Jumat pagi, tim kami membuntuti lagi, dan menangkap tangan saat sedang bertransaksi Rp 30 Juta,” katanya.

Baca juga  Melalui Pesan WA, Idrus Perintahkan Eni Minta Uang Suap Biayai Pleno Golkar

Dalam OTT itu, tim jaksa juga mengamankan oknum rekanan berinisial CT, dan oknum Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram berinisial S. Ketut mengatakan, selain mengamankan uang senilai Rp 30 juta, tim jaksa juga mengamankan satu unit mobil milik M, satu sepeda motor, dan dua buah telepon seluler milik M dan S.

“Saat ini masih kita periksa. Kami akan mengembangkan apakah dugaan pemerasan ini melibatkan oknum dewan lainnya atau tidak, masih kita kembangkan,” imbuhnya.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here