Kotak Suara Banyak Rusak, KPU Salahkan Cuaca

0
Kotak Suara Banyak Rusak, KPU Salahkan Cuaca
Pekerja mengumpulkan kotak suara yang rusak di gudang logistik KPUD Cirebon, di Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

PolitikToday – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, berdalih banyaknya kotak suara yang rusak di daerah disebabkan karena faktor cuaca.

“Ini kan karena memang faktor cuaca ya. Kami sudah menyurati KPU kabupaten/kota untuk menempatkan gudang-gudang itu dengan penggunaan palet (alas). Bisa dengan kayu atau bahan lain,” ujar Ilham kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2).

Langkah kedua, kotak suara dilipat dan dibungkus dengan plastik. Dengan begitu, kondisi kotak suara tetap aman hingga hari H pemungutan suara. Selain kerusakan kotak suara di Cirebon, Ilham mengakui ada laporan kerusakan kotak suara dari daerah lain. Salah satunya dari Sumatera Barat.

Kerusakan kotak suara dari daerah akan segera diganti dengan melakukan produksi kotak suara pengganti. Menurut Ilham, produksi surat suara itu tidak memakan waktu lama.

Hanya saja perlu diperhatikan proses pengiriman ke gudang penyimpanan. “Jadi tidak perlu dibesar-besarkan. Ini sama (dengan kejadian di Cirebon). Begitu kami terima laporannya, tinggal kami klik kemudian kami penuhi sejumlah kekurangan yang ada,” tambah Ilham.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum Jawa Barat (Bawaslu Jabar), melakukan pengawasan langsung ke 27 kabupaten/kota di Jabar terkait pengadaan logistik pemilu 2019. Menurut Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah, dari pengawasan tersebut Bawaslu Jabar memberikan sejumlah catatan.

“Kami menemukan di Jabar sebanyak menemukan 2.463 kotak yang rusak. Di Kabupaten Cirebon saja, kota suara yang rusaknya 2.298 karena disimpen di gudang,” ujar Abdullah kepada wartawan di Kantor Bawaslu Jabar, Jumat (15/2).

”Kami meminta, kotak suara tersebut harus tersedia sebelum proses pendistribusian dari KPU ke kecamatan. Karena kotak suara yang rusak tersebut memang sama sekali tak dapat digunakan,” imbuhnya.

Baca juga  Tuntut Penegakan Hukum, Petani Kendeng Masih Menunggu Jokowi di Depan Istana

Abdullah menilai, masalah kerusakan dan kekurangan kotak suara tersebut perlu diperhatikan serius oleh KPU karena merupakan salah satu alat kelengkapan penting penyelenggaraan pemilu.

Selain kotak suara, Bawaslu Jabar juga melihat masih ada kekurangan 6.708 kotak suara di Jabar. Bawaslu Jabar pun, menyoroti segel yang berbahan tipis sehingga mudah robek. Tidak hanya itu, kualitas cetakan segel juga mudah luntur.

Menurutnya, kualitas segel Pemilu 2019 tidak lebih baik dibandingkan kualitas segel Pilgub 2018. “Selain menyoroti kualitas segel, kami juga mencatat ada kekurangan 1.522.080 segel,” kata Abdullah.

(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here