KPK Akui Dugaan Suap Jual Beli Jabatan Rektor

0
Teror Dianggap Hal Biasa Oleh Eks Ketua KPK Antasari Azhar

PolitikToday– Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengakui, institusinya banyak menerima laporan terkait dugaan suap jual beli jabatan rektor di beberapa universitas di bawah naungan Kementerian Agama.

Tapi, KPK belum menemukan bukti-bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status laporan tersebut ke tahap berikutnya.

“Itu dia yang saya katakan tadi, laporan itu ada tapi kan dua alat bukti itu (harus ada). Misalnya kami dengar ada jual beli tapi kalau misalnya secara hukum dalam penyelidikan, dua alat bukti tidak ditemukan, ya tidak akan diproses,” kata Basaria kepada wartawan.

Menurut Basaria, itu sebabnya KPK dalam memanggil saksi-saksi terkait kasus jual beli jabatan yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy (Rommy) dan dua tersangka lainnya, turut menggali keterangan ihwal jual beli jabatan rektor. Upaya itu untuk pengembangan penyidikan.

“Itu sebabnya kami panggil beberapa (saksi) apakah ada informasi-informasi lain. Upaya-upaya itu telah dilakukan penyidik kami,” kata Basaria.

Sebelumnya, pasca-terbongkarnya kasus dugaan suap pengisian jabatan Kepala Kanwil Jatim Kemenag serta Kepala Kantor Kemenag Gresik, mencuat dugaan suap pengisian jabatan rektor di sejumlah universitas yang berada di bawah naungan Kemenag. Meski demikian, lembaga antirasuah itu sejauh ini berdalih belum temui bukti-bukti terkait kasus itu.

(yt)

Baca juga  KPK Perpanjang Masa Penahanan Miryam Haryani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here