KPK Dalami Kasus BLBI, Bagaimana Dengan Megawati?

0
143
KPK Dalami Kasus BLBI, Bagaimana Dengan Megawati?

PolitikToday – KPK saat ini sedang berupaya mendalami dan terus berupaya menghadirkan saksi kunci kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sjamsul Nursalim. Juru bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan kemungkinan untuk memanggil paksa pemilik PT Gajah Tunggal tersebut.

“Kalau saksinya ada di Indonesia kita bisa menghadirkan atau meminta petugas untuk dihadirkan atau yang disebut secara umum panggil paksa,” kata Febri.

Febri juga menuturkan saat ini KPK telah melakukan finalisasi penyidikan kasus penerbitan surat keterangan lunas (SKL) terhadap obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“Kapan persisnya, pelimpahan tahap pertama atau kedua, saya akan update lagi nanti. Prinsipnya prosesnya untuk SAT sudah hampir selesai jadi tinggal finalisasinya,” terangnya.

Syafrudin sendiri selaku Mantan Kepala BPPN, telah dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga  SBY Harap Penegak Hukum dan Intelijen Tidak 'Kesusupan' Agen Politik

Sementara itu Wasekjend Partai Demokrat, Renanda Bachtar mengkritisi keputusan PN Jakarta Selatan yang janggal terhadap kasus Century. Selain itu dia juga menyayangkan pengungkapan kasus BLBI yang berjalan lamban dan terkesan ditutup-tutupi.

“Ini negara apa? Pansus Century sdh selesai bekerja. Dugaan adanya penyalahgunaan dana tdk terbukti tp tetiba2 mau dipermasalahkan lg. BLBI yg blm diselesaikan proses hukumnya & hrsnya diributkan DPR, kok malah spt ditutup rapat2? Sekitar 200T tdj jls pertanggungjawabannya. Piye?” tulisnya di akun twitter @renandabachtar, Minggu (15/4).

Sebelumnya, Rachmawati Soekarnoputri pernah menyampaikan pernyataan yang membuat public menjadi geger. Adik Megawati Soekarno putri tersebut tegas mengatakan kakaknya tersebut adalah tersangka utama kasus BLBI tersebut.

“Jangan sampai upaya kali ini hanya dijadikan tekanan ke arah reshuffle kabinet. Ini harus tuntas. Mega tersangka utama, dan harus bertanggung jawab,” demikian tutur Rachmawati saat itu.

Baca juga  Demokrat Serius Usung AHY di Pilpres 2019

Deputi Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Apung Widadi juga mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendapat serangan balik yang sangat kuat jika berani menetapkan tersangka terhadap Ketua Umum PDIP Megawati terkait kebijakannya mengeluarkan SKL BLBI.

“Kalau memang sudah ada dua alat bukti kenapa tidak diproses. Tapi kalau belum secara politik harus hati-hati karena akan ada serangan balik yang kuat,” kata Apung, Kamis (27/4/2017).

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here