KPK Gerak Cepat, Puan Apa Kabarnya?

0
1067
KPK Gerak Cepat, Puan Apa Kabarnya?

Menjelang memasuki tahun politik 2018-2019, KPK bergerak cepat. Setidaknya ada beberapa kepala daerah dan calon kepala daerah yang dicokok KPK. Ada beberapa nama kader partai mentereng yang terjerat seperti PDIP, Golkar, PAN, dan PKB.

Desas-desus terbaru juga mengabarkan kalau Bupati Bandung Barat yang berasal dari PDIP juga disambangi KPK. Bukan hal yang tidak mungkin, jika kedepannya kader PDIP yang satu ini akan digelandang KPK, jika ditemukan bukti-bukti yang kuat atas keterlibatannya dalam kasus penggalangan dana yang dilakukan SKPD untuk memenangkan salah satu calon.

Hal ini tentunya mebuat gerah para pelaku koruptor di luar sana. Padahal memasuki tahun politik seperti saat ini, seluruh partai sedang membutuhkan amunisi tambahan untuk berperang. Dibalik itu, selain amunisi tentunya partai citra yang baik menjelang pemilu.

Apalagi yang terjaring KPK saat ini adalah kepala daerah atau calon kepala daerah yang berasal dari partai koalisi pemerintahan. Ini tentunya menjadi tamparan keras bagi partai-partai tersebut. Masyarakat mempertanyakan konsistentsi partai-partai tersebut dalam membina dan mengawasi kader-kadernya.

Namun terlepas dari urusan kader partai yang tertangkap tersebut, apresiasi perlu disematkan kepada KPK. Lembaga ini berani menegakkan hukum sekalipun yang dijaring tersebut merupakan kader partai koalisi pemerintahan. Semoga kasus seperti yang dialami oleh penyidik KPK Novel Baswedan tidak menular kepada yang lainnya.

Baca juga  Sudah Saatnya Jokowi Bilang ke Megawati: PDIP, I’m Sorry Goodbye

KPK sebagai lembaga anti rasuah memang tidak lepas dari pro dan kontra. Sejumlah pihak yang terusik menginginkan KPK segera dibubarkan. Bahkan Megawati Soekarnoputri pernah mengutarakan keinginannya agar suatu saat lembaga yang bersifat AdHoc ini bisa dibubarkan.

Selain ditangkapnya sejumlah kepala daerah, saat ini masyarakat juga menunggu cetak tangan KPK dalam penuntasan kasus korupsi KTP Elektronik. Dalam sejumlah fakta persidangan nama Puan Maharani dan Pramono Anung disebut sebagai salah satu pihak yang menikmati hasil bancakan proyek KTP Elektronik tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Setya Novanto yang dianggap banyak orang sebagai master mind dari kasus mega korupsi tersebut.

Sejumlah aksi demonstrasi juga telah digelar sejumlah elemen masyarakat untuk mendorong KPK untuk segera memeriksa anak Ketua Umum PDIP, Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan sejumlah nama mentereng politisi PDIP yang juga disebut-sebut menerima aliran uang korupsi tersebut. Ini tentu menjadi tugas rumah dan tantangan besar bagi KPK untuk memperlihatkan dirinya benar-benar ada dipihak rakyat, bukan penguasa.

Pencapaian tersebut telah pernah dilakukan KPK pada masanya. Pada masa itu KPK berhasil menggelandang Anas Urbaningrum yang merupakan Ketua Umum partai penguasa. Untungnya Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, terbuka dan mempersilahkan KPK mengusut tuntas kasus korupsi tersebut. Begitu juga dengan dibungkamnya Presiden PKS kala itu, Luthfi Hasan harus menerima ganjaran dari perilaku koruptifnya.

Baca juga  Bahas Pilpres, Besok Airlangga Sambangi Cak Imin

Saat ini diharapkan KPK dapat kembali menorehkan tinta emasnya dalam hal pemberantasan korupsi. Apalagi petugas partai sekaligus Presiden RI, Joko Widodo telah memberi ruang untuk KPK memeriksa nama-nama yang telah disebutkan di atas. apalagi yang hendak ditunggu?

Sudah saatnya pemberantasan korupsi dilakukan dengan asas keadilan. Bukan dengan prinsip tebang pilih. Puan Maharani memang anak mantan seorang presiden, namun hal itu tidak harus membuatnya kebal dari hukum. Karena dalam negara hukum, semua orang sama posisinya dimata hukum.

KPK jangan lupakan Puan dan elite partai penguasa lainnya. Jika telah diperiksa dan nyatanya tidak bersalah, ya bebaskan. Namun akan berbeda jika mengaku tidak bersalah sementara KPK belum memeriksa. Jangan sampai isu ini menjadi bola panas menjelang Pilpres 2019 yang dapat membenturkan masyarakat lapisan bawah.

Habiburokhman Tarmizi, Masyarakat Cinta KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here