KPK Panggil Gamawan Fauzi Terkait Korupsi Pembangunan Gedung IPDN

0
2051
KPK Panggil Gamawan Fauzi Terkait Korupsi Pembangunan Gedung IPDN

PolitikToday – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung IPDN di Kecamatan Baso Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dijelaskan Juru bicara KPK Febri Diansyah, Gamawan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan terhadap Dudi Jacom yang sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya, Gamawan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudy Jocom),” ujar Febri kepada wartawan di gedung KPK.

Gamawan yang datang ke gedung KPK terlihat mengenakan kemeja batik berwarna biru dengan celana bahan berwarna hitam. Ia tampak membawa sebuah map warna biru dan tas kecil diapit pada lengan kirinya.

Sebagaimana diketahui, saat masih menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekjen Kemendagri, Dudy Jocom diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Baca juga  22 Tersangka Anggota DPRD Malang Belum Kembalikan Duit Suap

KPK menduga total kerugian negara yang timbul akibat tindak pidana tersebut mencapai Rp 34 miliar, dari total nilai proyek seluruhnya sebesar Rp 125 miliar.

Sebelumnya, selain Dudy, KPK juga telah menetapkan mantan General Manager divisi Gedung PT Hutama karya Persero Budi Rachmat Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Gamawan sendiri yang dicegat wartawan saat memasuki gedung KPK menolak berkomentar dan hanya menjawab singkat bahwa kehadirannya untuk memberikan keterangan kepada KPK.

“Biasalah,” ucap singkat Gamawan sebelum memasuki lobi gedung KPK.

KPK menduga terdapat kerugian negara akibat korupsi proyek tersebut sebesar Rp 34 miliar dari total nilai proyek Rp 125 miliar.

Baca juga  Tim Kampanye Prabowo - Sandi Minta KPU Selesaikan Masalah DPT

Sebelumnya, Gamawan memang sudah berkali kali datang ke KPK dalam kasus korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik di kementrian yang pernah dipimpinnya itu.

Berdasarkan pengakuan terpidana kasus e-KTP Andi Narogong, adik tiri Gamawan Azmin Aulia pernah menerima pemberian sebuah ruko di Grand Wijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan oleh Dirut PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here