KPK Tahan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud

0
719
KPK Tahan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud

PolitikToday – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap dan menahan pelaku korupsi di daerah hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar lembaga anti rasuah itu di Propinsi Bengkulu. Dijelaskan Juru bicara KPK, Febri Diansyah, kali ini pelaku suap yang berhasil diamankan KPK adalah Dirwan Mahmud yang merupakan Bupati Bengkulu Selatan beserta isterinya.

“Ada tim penindakan di lapangan yang sedang jalan beberapa hari ini. Tadi saya dapat konfirmasi, sudah diamankan beberapa orang di daerah Bengkulu, termasuk kepala daerah dan swasta,” ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (15/5).

Febri menjelaskan, Dirwan dan isterinya diamankan saat memasuki waktu Maghrib di kediaman pribadinya di jalan Gerak Alam, Bengkulu Selatan.

Usai diperiksa di Bengkulu, Dirwan Mahmud kemudian dibawa ke Jakarta dan resmi menghuni rumah tahanan Salemba cabang KPK pada Rabu (16/5) malam. Febri menyebutkan penahanan Dirwan dilakukan guna memperlancar pemeriksaan terhadap pejabat daerah tersebut di Jakarta.

Baca juga  Istana Bantah KH Ma’ruf Amin Lakukan Politisasi Agama

“Demi kepentingan penyidikan, penyidik melakukan penahanan terhadap Dirman,” ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/5).

Tidak hanya itu, KPK juga menahan tiga tersangka lainnya. yakni istri Dirwan, Hendrati, Kepala Seksi pada Dinas Kesehatan Pemkab Bengkulu Selatan Nursilawati dan Juhari, seorang kontraktor yang sudah biasa menjadi rekanan di Pemkab Bengkulu Selatan.

“Dirwan dan Juhari di rutan cabang KPK,” ujar Febri.

Keempatnya resmi menjadi tersangka pengadaan pekerjaan insfrastruktur tahun anggaran 2018 setelah pemeriksaan 1×24 jam pasca operasi tangkat tangan (OTT) pada 15 Mei 2018.

Dari OTT tersebut, KPK juga telah mengamankan tiga barang bukti yaitu berupa uang sebesar Rp 85 juta, bukti transfer uang sebesar Rp 15 juta dan dokumen terkait Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan skema penunjukan langsung.

Baca juga  Soal Kursi Kosong Wagub DKI Jakarta, Nama Mardani dan Aher Bergulir

Dirwan dan Hendrati serta Nursilawati akan dijerat dengan Pasal 12 huruf (a) atau (b) atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dirwan

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here