KPU Dituding Gelembungkan 22 Juta Suara, Ini Jawaban KPU

0
KPU Dituding Gelembungkan 22 Juta Suara, Ini Jawaban KPU

PolitikToday- Komisioner KPU Pramono Ubaid heran tentang gugatan tim hukum Prabowo-Sandi yang menuding KPU melakukan penggelembungan 22 jutaan suara untuk Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin. 

Pramono memaparkan bahwa proses rekapitulasi berjenjang dari kecamatan hingga nasional yang dihadirkan oleh setiap saksi dari paslon capres-cawapres dan partai politik itu berjalan dengan baik dan tidak ada keberatan dengan perolehan suara dari salah satu saksi paslon capres.

“Kami tidak pernah menerima keberatan soal perolehan suara dari salah satu saksi Paslon. Rata-rata keberatan muncul dari saksi parpol. Kalaupun ada, keberatan dari saksi paslon, tidak pernah menyoal perolehan suara, yang ada hanya menyoal jumlah pemilih, jumlah pengguna hak pilih, jumlah surat suara, jumlah suara tidak sah. Hampir tidak pernah menyoal perolehan suara,” ujar Pramono, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Lebih lanjut, Pramono menilai tudingan tersebut terasa aneh. Dia mempertanyakan kenapa tudingan itu tidak disampaikan dalam forum rekap berjenjang saat rekapitulasi.

“Jadi aneh kalau tiba-tiba sekarang menyebut KPU menggelembungkan perolehan suara salah satu paslon. Lha waktu rekap berjenjang kok nggak ada keberatan sama sekali?” ungkapnya.

KPU menurut Pramono telah menyiapkan bukti-bukti dan akan membuktikan tudingan-tudingan tim hukum Prabowo tidak benar.

“Tapi oke lah, namanya juga menggugat. Maka KPU nanti akan membuktikan dalam sidang-sidang PHPU di MK, bahwa gugatan itu sama sekali tidak berdasar sama sekali, tidak didukung bukti yang relevan,” tukas Pramono. (hz)

Baca juga  Soal 'Kecurangan Bagian Demokrasi', Moeldoko Minta Saksi Waspadai Kecurangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here