KSP Ujung Tombak Kampanye Jokowi?

0
1864
KSP Ujung Tombak Kampanye Jokowi?

Dalam laman www.ksp.go.id dijelaskan bahwa Kantor Staf Presiden (KSP) dibentuk dalam rangka membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kelancaran pengendalian Program Prioritas Nasional dan penyelenggaraan komonikasi politik Kepresidenan serta pengelolaan isu strategis. KSP dibentuk dengan Perpres No. 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presidenan.

Sebagian kalangan menganggap KSP tumpang tindih fungsi dan tugasnya antar lembaga. Seperti, tumpang tindih dengan fungsi dan tugas internal lembaga kepresidenan (Setkab dan Setneg) dan lembaga di luar kepresidenan (Kementerian Koordinator dan Menteri). Oleh karena itu Lembaga Non Struktural tersebut dianggap hanya memboroskan anggaran negara.

KSP ditugasi untuk memberikan dukungan kepada presiden dan wakil presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis. Dalam redaksional yang berbeda, sebenarnya tugas KSP tersebut sudah diakomodasi oleh Sekretariat Kabinet.

Belum lagi anggaran yang dihabiskan oleh Lembaga Non Struktural ini dianggap menguras keuangan negara. KSP setidaknya menhabiskan anggaran sebesar Rp 124 Miliar. Sebuah angka yang besar hanya untuk menjalankan lembaga yang tumpeng tindih fungsi dan tugasnya. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang saat ini tengah merosot. Dana yang harusnya bisa diberdayakan untuk kepentingan lebih besar malah hanya dimanfaatkan untuk LNS tersebut.

Baca juga  Menggugat Rezim Otoriter

Apalagi belakangan KSP dinilai banyak kalangan sudah tidak lagi menjalankan tugas dan fungsinya seperti apa yang seharusnya. KSP dinilai berpotensi Abuse of Power, yaitu penyalahgunaan wewenang yang dilakukan seorang pejabat untuk kepentingan tertentu, baik untuk kepentingan diri sendiri ataupun untuk orang lain. KSP dianggap sebagai perpanjangan tangan untuk mengkampanyekan Jokowi dari dalam istana.

Anggapan tersebut muncul karena personal yang terlibat dalam KSP hari ini merupakan relawan pemenangan Jokowi dahulunya. Terbaru dengan bergabungnya politisi Golkar Ali Mochtar Ngabilin dalam jajaran KSP. Ali Mochtar Ngabalin ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai tenaga ahli utama di bawah Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Ali diplot menjadi juru bicara pemerintah di bidang politik di bawah arahan Deputi IV KSP Eko Sulistyo.

Banyak ahli dan pakar berpendapat, bahwa KSP yang harusnya bertugas membantu tugas Presiden semestinya diisi oleh orang-orang yang punya ahli di bidangnya. Bukan semata untuk mengakomodir kepentingan politik koalisi pendukung pemerintah. Lingkaran KSP hari ini dinilai lebih banyak diisi orang yang berlatar belakang punya kepentingan.

Baca juga  Jokowi Buka Suara Terkait Komjen Iriawan, Beda Dengan Pernyataan Mendagri

Belakangan Jokowi memang tengah mengalami polemik sosial. Mulai dari permasalahan Menteri yang asal ‘nyablak’, permasalahan ekonomi secara umum, dan permasalahan sosial yang setiap harinya menggoyang niatan Jokowi untuk maju menjadi Presiden untuk kali kedua. Gelombang aksi #2019GantiPresiden seakan bola salju yang menggelinding, kian hari kian membesar.

Jika memang KSP menjadi siasat Jokowi untuk menjalankan campaign dari dalam istana dengan menggunakan (menguras) keuangan negara, Jokowi harus siap-siap menerima karma. Bukankah ada kata bijak yang mengatakan ‘doa orang yang tertindas lebih mustajab’. Dengan memanfaatkan KSP sebagai alat untuk menguras keuangan negara di tengah kondisi ekonomi rakyat yang amburadul, itu merupakan pekerjaan yang dzolim. Awas Jokowi bisa kena karma.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here