Lakukan Blunder Diplomasi, Ketua Komisi I DPR Minta Jokowi Sanksi Yahya Staquf

0
1186
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf melambaikan tangan sebelum mengikuti proses pelantikan sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5). Yahya Cholil Staquf diangkat menjadi anggota Wantimpres untuk menggantikan almarhum KH Hasyim Muzadi yang wafat. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PolitikToday – Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari, meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sanksi tegas kepada Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf.

Sebab, langkah Katib Aam PBNU yang memenuhi undangan Israel, menjadi pembicara dalam acara AJC (American Jewish Comittee) Global Forum di Yerusalem, Israel, Minggu (10/6) itu, dinilai kontraproduktif dengan pembelaan Indonesia atas kemerdekaan Palestina.

“Semoga ada sikap tegas Presiden Jokowi terhadap Staquf, jelas sekali Staquf telah menyakitkan Palestina dan Indonesia bahkan dunia Islam” tegas Kharis dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/6).

Politikus PKS itu menilai bahwa Staquf tidak bisa mengelak dengan mengatakan bahwa undangan itu atas nama pribadi. Sebab posisi dirinya tidak bisa dilepas dari jabatan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sehingga harus ada langkah tegas dari Istana, karena ini jelas membuat blunder diplomasi politik internasional yang kuat.

Baca juga  Yusril: PBB Untuk Sementara Netral

“Lihat reaksi Palestina melalui Fatah dan Hamas, jelas ini blunder diplomasi dan ketidakmampuannya Istana menertibkan staf dan orang di sekelilingnya presiden,” sambungnya.

Menurut Kharis, langkah Staquf ini bertolak belakang dengan upaya pemerintah yang tengah membangun hubungan diplomatik yang kuat dengan Palestina. Dia berharap, kepercayaan negera muslim terhadap Indonesia tidak tercoreng dengan sikap Staquf tersebut.

“Setiap saat kita bicara Palestina dengan Ibu Menlu, ditegaskan dan diingatkan terus kepercayaan besar Palestina kepada Indonesia menjadi kunci Indonesia dipercaya oleh negara-negara Muslim, sehingga Indonesia memegang posisi penting lobi di dunia internasional jangan sampai kepercayaan itu hilang karena nila setitik tadi,” tukasnya.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here