Loyalis Anis Matta Akui Perpecahan di Internal PKS

0
844
Loyalis Anis Matta Akui Perpecahan di Internal PKS

PolitikToday – Polikus PKS yang juga loyalis Anis Matta, Mahfudz Siddiq mengakui perpecahan di internal PKS tidak dapat dihindarkan.

“Saya menduga perpecahan itu nggak bisa dihindari ya. Karena sebagai contoh sekarang ini saya mendengar dan dapat laporan juga, bahwa mulai banyak caleg-caleg PKS yang mundur. Baik caleg DPR, DPRD. Gara-gara ada dua surat yang harus diisi setiap caleg PKS,” kata Mahfudz, Selasa (10/7).

Mahfudz menyebut, salah satu yang menjadi masalah adalah kader PKS dimintai menandatangani surat pengunduran diri bertanggal kosong. menurutnya, syarat tersebut membuat sejumlah kader mundur sebagai bacaleg 2019.

“Pertama surat pernyataan bersedia mengundurukan diri, kedua adalah surat pernyataan mengundurkan diri yang betanggal kosong. Ini kan jadi polemik di bawah dan mulai banyak caleg yang merasa tidak yakin, merasa tidak ada kepastian, menganggap dua surat ini menabrak perundang-undangan,” sebutnya.

Baca juga  Setelah Hapus Berita, Kini Asia Sentinel Tidak Bisa Diakses

Mundurnya sejumlah bacaleg PKS ini menurut Mahfudz mempengaruhi keputusan dalam menentukan calon presiden 2019.

“Ini mulai banyak yang mundur dan saya kira akan memengaruhi situasi dlm pengambilan keputusan soal capres,” imbuh Mahfudz.

Selain terkait surat pengunduran diri tersebut, menurut Mahfudz cikal bakal perpecahan di internal partai dapat dilihat dari ketidak seriusan PKS dalam mengusung 9 nama tokoh capres/cawapres yang diputuskan Majelis Syuro.

“Misalnya mulai menyebut nama Pak Anies Baswedan. Saya pikir jadi lucu. Yang 9 ini ada yang ditutup pintunya rapat-rapat, tapi kemudian mulai menyebut nama yang lain,” imbuh dia.

Terkait dukungan PKS ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju menjadi Capres menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan Gerindra bisa membentuk koalisi lain dan mengabaikan PKS.

Baca juga  PAN Curiga Alasan Ma'ruf Amin Enggan Mundur dari Kursi Ketum MUI

“Kalau dari perspektif Gerindra, menurut saya tidak besar ya prospeknya. Nah, kecuali untuk cawapres. Jadi kesannya (Gerindra) tetap Prabowo atau tidak sama sekali, gitu loh. Jadi kalau PKS keberatan dengan Prabowo, Gerindra justru akan cari koalisi yang lain,” kata Ray, Selasa (10/2).

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here