Masjid Jogokariyan DIY Dilempari Batu, PDIP Terlibat?

    0
    Masjid Jogokariyan DIY Dilempari Batu, PDIP Terlibat?

    PolitikToday – Masjid Jogokariyan DI Yogyakarta Minggu (27/1) dilempari sejumlah simpatisan sebuah parpol. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

    Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyesalkan peristiwa tersebut. Namun di sisi lain, DMI juga mengapresiasi kasus yang diselesaikan dengan damai dan cepat.

    “Saya selaku Dewan Mustasyar DMI, pertama menyesalkan kejadian itu. Kenapa harus terjadi? Tapi saya juga salut dengan cepatnya para pihak melakukan rujukan satu sama lain, itu juga perlu diapresiasi. Sehingga tak ada dendam yang berkelanjutan,” kata anggota Majelis Mustasyar DMI KH Nasaruddin Umar, Senin (28/1).

    Nasaruddin berharap peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran dan tidak terulang lagi dikemudian hari. Dia mengatakan agar masalah SARA tidak dibawa dalam politik.

    “Berpolitik boleh tapi jangan sampai nanti menyerempet ke soal SARA, dalam hal ini SARA yang paling berbahaya itu agama. Ikatan primordial itu tak ada apa-apanya dibandingkan agama, jangan menyerempet ke persoalan agama apapun akan menimbulkan luka yang akan memakan waktu yang lama untuk disembuhkan,” katanya.

    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membantah telah melempari batu Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

    “Kita tidak pernah menyerbu yang namanya Masjid Jogokariyan,” jelas Sekretaris DPD PDIP DIY, Yuni Setia Rahayu, Senin (28/1).

    Namun Yuni juga tidak menampik adanya kericuhan antara massa sat berkonvoi di Jalan Jogokariyan. Kericuhan tersebut menurut Yani lebih disebabkan karena rentetan konflik antara simpatisan parpol yang berbeda.

    “Kedua, (kasus) Jogokariyan kawan-kawan ini kan sudah dapat izin dari Polda untuk pelaksanaan kegiatan kemarin. Tetapi peran polisi dimana? Kenapa masih banyak anak-anak kita yang kemudian jadi korban,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Ustad M Fanni Rahman mengungkapkan massa PDIP yang melewati Masjid Jogokariyan merusak motor dan bendera Hizbullah. Fanni juga menyebut sejumlah massa juga terlihat membawa senjata tajam berupa besi, celurit, dan pedang.

    “Saya saja mau dibacok,” ungkapnya.

    (bs)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here