Mbah Moen, Guru Bangsa yang Berpulang di Tanah Suci

0

Indonesia kembali kehilangan seorang Ulama dan tokoh kharismatik yang dihormati. Seorang ulama sepuh, K.H. Maimoen Zubair atau biasa disapa Mbah Moen Selasa kemarin, wafat di Kota Suci Makkah Al Mukaromah dalam usia 91 tahun. Mbah Moen, semasa hidupnya dikenal sebagai politisi, ulama, dan juga pemimpin Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Tidak banyak yang tahu kalau Mbah Moen adalah seorang politisi yang ulung dan disegani. Ia dihormati oleh kawan dan lawan politiknya. Nasehat Mbah Moen ditunggu dan didengar oleh banyak kalangan dan dijadikan rujukan dalam pengambilan keputusan. Meski aktif sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan, namun banyak tokoh politik berkunjung ke Rembang untuk meminta nasihat Mbak Moen. Ini membuktikan bahwa Beliau bukan hanay milik PPP, namun milik semua umat dan bangsa Indonesia.

Ada yang menarik dari cerita perjalanan politik Mbah Moen pada Pilpres 2019 silam. Sebagai pengurus PPP, jelas Mbah Moen mendukungh pasangan Jokowi – Ma’ruf sebagai Capres dan Cawapres. Namun, pada saat Capres Prabowo Subianto berkunjung ke Pesantrennya, Mbah Moen tetap mendoakan Prabowo. Ia memang menjadi rebutan Capres untuk merebut suara di ceruk pemilih muslim dan terlebih pemilih kalangan Nahdliyin.

Di kalangan NU, Mbah Moen adalah sosok yang disegani. Ia dijadikan rujukan dan contoh bagi kalangan muda NU termasuk dalam hal penguatan doktrin politik.

Mbah Moen, memang lahir di dalam lingkungan Pesantren, Ia adalah putra dari KH. Dahlan Zubair seorang ulama terkemuka yang juga menjadi guru bagi banyak ulama berkelas lainnya. Ia bahkan berguru pada banyak ulama NU terkemuka termasuk kepada Mertuanya sendiri KH. Baidhowi.

Wafatnya Mbah Moen tidak hanya menjadi kehilangan besar bagi warga Nahdliyin. Namun juga bagi segenap umat Muslim di tanah air. Seorang ulama yang menjadi patron bagi ulama lainnya. Seorang tokoh politik yang lembut dan juga halus bertutur kata. Tokoh NU KH Ahmad Ishomuddin, menyebut Mbah Moen sebagai sosok yang patut diteladani dengan segala sifat dan sikap kebajikannya.

Baca juga  Perpu Pengganti UU ITE Untuk Keadilan Bagi Korban

Kemarin, di usia yang sudah sangat sepuh, 91 tahun, Mbah Moen meninggalkan dunia yang fana. Indonesia kehilangan tokoh kharismatik, tegas namun santun dan juga menjadi tauladan bagi kalangan umat Islam. Ia pergi dengan damai di tanah yang suci, Makkah Al Mukaroomah. Selamat Jalan Mbah Moen, Lahu alfatihah

Oleh Burhanuddin Khusairi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here