Melawan Hoax dan Hate Speech dengan Akal Sehat

0
180
Melawan Hoax dan Hate Speech dengan Akal Sehat
Ilustrasi hoax

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kelebihannya, salah satu kelebihan itu adalah akal sehat. Manusia dikaruniai akal dan pikiran untuk berpikir dan berlogika. Melalui akal dan pikirannya itulah, manusia bisa membedakan baik dan buruk, senang dan sedih, sakit dan tidak sakit dan lain sebagainya.

Berbekal akal sehat manusia kemudian mampu melakukan perbuatan baik dan bahkan buruk. Salah satu perbuatan buruk adalah melakukan penyebaran hoax dan menyebarkan ujaran kebencian. Hal terakhir sering terjadi. Dan karena ujaran kebencian inilah, potensi terjadinya konflik di masyarakat begitu besar terjadi.

Kenapa ujaran kebencian begitu masih terjadi? Bukankah Indonesia tidak mengenal budaya saling membenci ini? Indonesia memang tidak pernah mengajarkan untuk saling membenci. Nenek moyangnya justru mengajarkan bagaimana saling tolong menolong dan saling menghargai.

Pada pra kemerdekaan dan revolusi, pejuang kemerdekaan mencontohkan kebersamaan dan persatuan, untuk merebut kemerdekaan. Jadi, akan aneh, jika ada sebagian orang pada saat ini justru aktif menyebarkan bibit kebencian. Hal itu disayangkan karena dengan bibit kebencian itulah, persatuan dan kesatuan yang telah terjalin menjadi rusak.

Teknologi saat ini memiliki peran penting dalam penyebaran ujaran kebencian ini. Media sosial menjadi sarananya. Ada ada saja pihak-pihak yang dengan sengaja merawat kebencian ini, tentu dengan tujuan untuk menyebar ke setiap sendi-sendi masyarakat.

Baca juga  Gerindra Optimis Demokrat Bergabung

Lalu, dimana akal sehat?, itulah pertanyaannya, Karena akal sehat ini diperlukan untuk membawa dan menyebarkan pesan damai. Pesan damai itu bisa kita sebarkan dalam bentuk tulisan, ucapan, bahkan status yang sering kita tuliskan. Mungkin bagi sebagian orang terlihat sepele. Namun pesan damai ini akan memberikan jejak tersendiri, yang bisa menjadi rambu agar kebencian itu tidak terus menyebar.

Untuk bisa menyebarkan pesan damai bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Bagi Anda yang gemar menulis di blog, ataupun yang biasa membuat vlog, mulailah sisipkan pesan-pesan damai didalamnya. Karena kebencian yang disebarkan oleh kelompok radikal dan intoleran, dilakukan dengan cara-cara yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Dengan adanya fasilitas broadcast message, seseorang bisa mengirimkan pesan ke banyak orang dalam sekali klik. Banyangkan jika pesan yang dikirim berisi provokasi. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itulah, pesan damai harus terus disuarakan dengan cara apa saja.

Pesan damai terbukti mampu menyatukan segala keragaman yang ada. Pancasila merupakan bukti bagian dari pesan damai, yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Nilai-nilai yang tertuang didalamnya, harus selalu kita implementasikan dalam keseharian. Baik itu secara lisan ataupun tindakan. Dan yang tidak kalah pentingnya, kita juga harus mendasarkan setiap perbuatan kita dengan nilai-nilai agama yang kita yakini. Karena tidak ada satupun agama yang ada di negeri ini, yang mengajarkan perbuatan saling membenci.

Baca juga  Diprovokasi Anggota DPR, Massa PDIP dan Perindo Bentrok di Depan Kantor KPU

Jika fondasi kita telah ada, langkah selanjutnya yang perlu kita bangun adalah membangun logika. Hal ini penting agar kita tidak mudah percaya terhadap apa saja. Jika logika terbangun, maka kita akan membiasakan melakukan cek dan ricek. Jika kita bisa menangkal ujaran kebencian mulai dari dalam diri, maka sebarkanlah ke lingkungan Anda. Jangan biarkan lingkungan Anda terkotori oleh bibit kebencian, yang tidak hanya merusak lingkungan sekitar, tapi juga merusak negeri ini.

Oleh – Fadly Alexander Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here