Memberangus Budayawan, Memberangus Peradaban

0
Memberangus Budayawan, Memberangus Peradaban

Entah kenapa negeri ini sekarang hobinya seruduk, geruduk, dan gebuk. Baru-baru ini, budayawan sekaligus intelektual Islam Emha Ainun Nadjib atau yang dikenal Cak Nun menjadi buah perbincangan. Prinsipnya yang memaknai presiden sebagai pelayan rakyat dan rakyat pemilik daulat negeri ini serta tidak mau diundang ke istana dicecar salah satu relawan capres.

Dalam cuplikan video pernyataan Cak Nun di acara Mata Najwa, Cak Nun menyatakan dirinya selalu konsisten dalam melakukan sesuatu hal, termasuk enggan jika dipanggil ke istana. Pernyataan Cak Nun itu ternyata mengusik buzzer Joko Widodo. Salah seorang loyalis Jokowi bernama Yusuf Muhammad bahkan menyuruh Cak Nun untuk sujud dan mencium tangan Jokowi.

Bahkan diberitakan, Ketua Front Pembela Jokowi (FBJ) Sulistiono Kumbokarno akan melaporkan Cak Nun ke polisi karena dianggap telah menghina dan melecehkan kepala negara. Budayawan ini seolah dianggap kubu anti pemerintah yang harus dibungkam seperti situasi akhir-akhir ini. Sama halnya dengan dugaan makar yang dengan gampang dan serampang dilekatkan kepada siapa saja.

Budayawan merupakan merupakan istilah umum yang merujuk kepada seseorang yang memiliki pengetahuan budaya. Faktor penting dalam pembentukan kebudayaan terdiri atas empat yaitu religi, bahasa, seni, dan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, ahli filsafat, ahli agama, sastrawan biasanya menyandang predikat budayawan.

Sementara itu, peradaban merupakan tingkat kemajuan sebuah kebudayaan suatu masyarakat yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan pendidikan. Dalam bahasa Inggris disebut civilization, yang biasa dipakai untuk menyebut bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju, indah, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan dan sebagainya.

Selain itu, istilah peradaban juga kerap digunakan untuk menyebut suatu kebudayaan yang memiliki teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan, seni rupa, dan sistem kenegaraan dan masyarakat yang maju dan kompleks.

Baca juga  Partai Demokrat dan Tawaran Politik Jalan Tengah

Tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa, budaya (segala bentuk dan ragam seni, ilmu pengetahuan dan teknolgi) dan agama. Selanjutnya, ketiga hal ini menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu, beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. Salah satu ciri bangsa dan manusia Indonesia yang terbentuk oleh budaya adalah toleran dan welas asih.

Orang-orang yang mencoba mengintimidasi Cak Nun itu lupa, bahwa memberangus budayawan sama saja artinya memberangus peradaban. Dalam artian lain, menodongkan keangkuhan kepada tokoh agama, tokoh budaya, dan sastrawan, merupakan bentuk kemunafikan dari Revolusi Mental.

Marwan Barakaning

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here