Menelisik Gerakan Tolak Jokowi ala Sri Bintang Pamungkas

0
Menelisik Gerakan Tolak Jokowi ala Sri Bintang Pamungkas
Sri Bintang Pamungkas

PolitikToday – Gerakan Tolak Jokowi yang digelorakan Sri Bintang Pamungkas tidak mengejutkan. Sedari awal kita paham bahwa Sri Bintang Pamungkas adalah tokoh oposisi nomor wahid. Siapapun yang tengah berkuasa pasti kena kritikannya.

Hanya saja kali ini, Sri Bintang mengritik saat dirinya masih berlabel tersangka kasus makar. Ya, status tersebut belum dicabut, dan entah kapan pula kasus itu akan sampai ke pengadilan. Padahal, status itu sudah disandang Sri Bintang sejak Desember 2016, yang bertepatan dengan aksi 212 yang fenomenal tersebut.

Kedua, kali ini Sri Bintang membawa-bawa persoalan Cina. Sri Bintang menyimpulkan berbahaya jika pemerintahan Jokowi masuk periode kedua karena sangat mungkin asymmetric war yang dibuat China diterapkan oleh pemerintahan Jokowi periode kedua.

Lalu bagaimana rakyat Indonesia harus menyikapi pernyataan Sri Bintang ini?

Pertama, gagasan Sri Bintang ini wajar-wajar saja dalam negara demokrasi. Menjelang Pilpres 2019, memang banyak yang berpikir bahwa Indonesia harus memiliki pemimpin baru dari Pilpres 2019. Tentu ada pula yang menginginkan Jokowi terpilih kembali.

Baca juga  Kata Pengamat Politik, Capres Petahana Citranya Merosot

Kedua pendapat tersebut, pro dan kontranya sudah dijamin oleh konstitusi. Alasan mendukung atau menolaknya pun tentu memiliki konten dan alasan masing-masing.

Kedua, pernyataan Sri Bintang yang mengatakan akan terjadi perang asimetris dengan Cina jika Jokowi kembali terpilih perlu dibuktikan. Kalau Sri Bintang punya data, sebaiknya bukalah data tersebut.

Ini terang penting karena kaitannya bukan sekadar pemerintahan Jokowi lanjut atau terhenti pada 2019 mendatang, melainkan kelangsungan bangsa dan negara dan juga pergesekan anta masyarakat.

Kita sama-sama tahun, kata “china” ini amat sensitif. Jadi ini kerap dimaknai sebagai Tionghoa Indonesia, bangsa Cina secara keseluruhan, atau China sebagai RRC. Jika penjelasannya ini macet, tidak tepat terpapar, bisa menimbulkan sentiment etnis yang sudah mampus-mampusan kita perangi. Terutama dalam kondisi sosial politik Indonesia yang tengah memanas belakangan ini.

Jika benar ini adalah skenario asing, skenario RRC untuk menjajah Indonesia lewat instrument demokrasi bernama Pilpres 2019, maka tidak bisa tidak! Jokowi memang harus ditolak!

Tetapi pertanyaannya, sejauh mana kebenaran Sri Bintang? Penyataannya akan menjadi satu hoaks mahabesar apabila Sri Bintang tetap bermain di ranah asumsi tanpa membentangkan kepada publik fakta-fakta.

Baca juga  Elektabilitas Prabowo-Sandi Tembus 40%, Sandi: Saya Harus All Out

Bangsa ini sudah gonjang-ganjing akibat ujaran kebencian, akibat serangan hoaks dan fitnah tidak ketulungan. Jangan lagi ditambah. Jangan menyiramkan bensin ke alang-alang yang tengah terbakar yang membuat sesame Indonesia gontok-gontokan.

Ingat pekerjaan rumah bangsa ini masih banyak. Ingat sebentar lagi Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang akan terus memuncak hingga 2045, satu abad kemerdekaan Indonesia. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan untuk mencapai Indonesia Emas.

Karena itu pernyataan perang asimetris Sri Bintang Pamungkas harus dipertanggungjawabkan secara intelektual, secara aktivis prodemokrasi, secara warga negara yang mencintai bangsanya. Bicaralah Sri Bintang! Buka data-data yang kau miliki biar rakyat bisa mengetahui hitam  dan putihnya.

Oleh: Yudha Permana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here