Mengukur dan Menakar Kehendak Tuhan ala Amien

0
1949
Mengukur dan Menakar Kehendak Tuhan ala Amien

Amien Rais adalah tokoh yang fenomenal. Lahir pada reformasi dan melejit menjadi Ketua MPR pada saat itu. Bapak reformasi pun melekat pada dirinya, meskipun belakangan pendapat tersebut mendapat pertentangan dari eks aktivis 98.

Pada tahun 2004 Amien mencalonkan dirinya sebagai Capres dengan didampingi oleh Siswono Yudo Husodo. Ternyata nostalgia reformasi tidak cukup mengantarkan Amien menguasai tampuk kepemimpinan nasional. Ia harus kandas pada putaran pertama Pilpres 2004.

Pasca momen kekalahan Amien pada tahun 2004, tidak terlihat geliat politik Amien yang signifikan. Maklum, regenerasi kepemimpinan PAN membuat posisi Amien juga ikut tergeser. Kendaraan politik Amien tersendat, karena dirinya tidak lagi memiliki power untuk mengendalikan partai.

Namun, momen Pilres 2019 Amien kembali muncul kepermukaan. Wajahnya tampil dibanyak media seperti sosok “antagonis” yang selalu kontra dengan pemerintah. Amien terkadang tidak segan menghunuskan kritik tajam kepada pemerintahan Jokowi. Tanpa memandang partai yang dibesarkannya saat ini masuk dalam koalisi kabinet Jokowi.

Amien dinilai banyak pihak tidak proporsional dalam memberikan kritik pemerintah. Bebrbeda dengan Ketua Umum PAN saat ini Zulkifli Hasan yang dinilai mampu menganalisa dan mengindetifikasi permasalahan kebangsaan. Ia tidak hanya mengkritik namun dianggap mampu memberikan solusi kepada pemerintah sebagai bagian dari koalisi kabinet yang ada.

Baca juga  SBY Akan Tempati Posisi Terhormat di Tim Pemenangan Prabowo - Sandi

Sikap Amien yang demikian dianggap bukan lagi sebagai sikap negarawan. Menyerang membabi-buta demi meruntuhkan kewibawaan kepala negara. Politik Amien Rais bersama PAN dahulunya yang dianggap moderat, kini berubah 180 derajat.

Amien lebih banyak menjadi penakar wahyu ilahiah. Dengan serampangan ia dapat mengklasifikasikan mana partai setan dan mana partai Allah. Terbaru, Amien juga menakar “kemaluan” tuhan jika tidak mengabulkan doa umat yang menginginkan 2019 ganti Presiden.

Apakah ini terkait dengan ambisi Amien Rais menjadi Presiden?

Pemilihan 2004 memang membuat pukulan telak kepada Amien Rais. Nama besarnya sebagai tokoh reformasi dan Ketua MPR tidak dapat mengantarkannya menjadi Presiden RI. Setelah itu, pada tahun 2005 ia tidak lagi menjadi Ketua Umum PAN dan kehilangan panggung dan kendaraan politiknya.

Pemilihan di Malaysia yang kembali memenang Mahathir Mohammad sepertinya membawa euforia tersendiri bagi tokoh-tokoh “gaek”. Begitu juga dengan kemungkinan regenerasi kepemimpinan PAN terbaru. Amien menyatakan dalam Rakernas PAN mendatang tidak tertutup kemungkinan dirinya akan muncul sebagai salah satu usulan nama capres selain Zulkifli Hasan.

Baca juga  Desak Hapus Presidential Threshold, Massa Desak MK Jadi Mahkamah Akal Sehat

Para kaum “gaek” ini sekalipun dianggap bau tanah, namun nafsu politik dan berkuasanya terpantik karena keberhasilan PM Malayasia tersebut. Maka jalan menafsirkan kehendak tuhan pun dijadikan alat untuk memukul pemerintah berkuasa.

Agaknya Amien lupa pituah lama yang mengatakan “gajah mati meninggalkan gadingnya, harimau mati meninggalkan belangnya, manusia mati meninggalkan nama baik dan buruknya”. Nafsu politik Amien bisa jadi menjadi catatan negative dalam perjalanan hidupnya. Pandangan politik Amien yang dulunya moderat dan kini menjadi penafsir kehendak tuhan akan menjadi catatan negative dalam pencapaian prestasi dimasa hidupnya.

Semoga Amien kembali kepada pandangan moderatnya tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tuhan cukuplah menjadi pengingat kita semua tentang apa-apa yang kita lakukan di muka bumi. Bukan malah menafsirkan kehendak tuhan atas kita, umat, bangsa dan negara.

Marianti Agustin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here