Mengupas 7 Calon Menteri Prabowo

0
Mengupas 7 Calon Menteri Prabowo
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) berfoto dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono seusai mendaftarkan dirinya di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8). Prabowo-Sandi mendaftarkan dirinya ke KPU sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras/18

Kandidat presiden dari partai oposisi, Prabowo Subianto, tidak mau rakyat seperti memilih kucing dalam karung dalam Pilpres 2019. Prabowo lantas sinyalemen siapa saja yang akan mengisi kursi kabinet menteri, jika nanti ia terpilih menjadi pemimpin negeri. Ada tujuh nama yang disebut, mulai dari sejumlah ketua partai, tokoh muda, hingga gubernur berprestasi.

Langkah Prabowo mengumumkan kandidat pembantu ini semata demi terciptanya transparansi dalam kepemimpinannya. Dengan begitu, rakyat juga tahu, suara yang mereka berikan apakah akan dimanfaatkan untuk mengelola negara dengan benar atau tidak.

Berkaca dari pengalaman masa silam, rakyat Indonesia pernah menerima kenyataan berbeda dari apa yang dijanjikan penguasa. Ini merupakan ungkapan sopan untuk menetralisasi ungkapan lain yang lebih sadis, seperti rakyat pernah dibohongi pemimpinnya.

Jelang Pilpres 2014 lalu, Joko Widodo (Jokowi) pernah mengumbar janji, bahwa jika terpilih ia tidak akan membagi-bagi kursi menteri kepada parpol pendukung. Ia mengklaim, yang diajak koalisi hanyalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan.

Kenyataannya sungguh jauh berbeda. Begitu terpilih menjadi presiden, 16 kursi menteri langsung ia suguhkan kepada semua parpol pendukung. Rupanya, koalisi yang diklaim bekerjasama tanpa syarat ini cuma pepesan kosong. Di antara mereka, tidak ada makan siang yang gratis.

Ini salah satu alasan kenapa Prabowo mengapungkan beberapa nama untuk mengisi kursi menterinya kelak. Biar rakyat menilai terlebih dahulu, pantas apa tidak, kompeten atau bukan, koalisi yang dibangun dengan transparan ini, memimpin bangsa lima tahun mendatang.

Karenanya, ada baiknya kita kupas ringkas satu-persatu nama calon menteri kabinet Prabowo-Sandi ini;

1.Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat ini dinilai sangat layak menduduki kursi menteri. Muda, enerjik, santun, pintar dan berkharisma, menjadikan putra sulung Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sebagai figur pemimpin masa depan.

Baca juga  Pengamat: Kemungkinan Capres Alternatif Berasal dari Partai Demokrat

Sebagai komandan pemenangan pemilu partai berlambang bintang mercy, AHY dikenal sangat dekat dengan rakyat. Ia sering bergerilya ke berbagai penjuru Nusantara, untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan di tingkat pusat. Jika kelak menjadi menteri, tentu ia memiliki banyak gagasan guna mengatasi berbagai persoalan.

2. Sohibul Iman

Sebelum masuk ke dunia politik, Presiden PKS ini aktif sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Bahkan, Sohibul pernah menjadi rektor di Universitas Paramadina, Jakarta.

Di dunia politik, Sohibul pernah dua kali menjadi anggota DPR. Di tengah perjalanan sebagai anggota DPR, pada 2013-2014 ia diamanahkan sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Anis Matta, yang saat itu terpilih sebagai Presiden PKS.

3. Zulkifli Hasan

Ketua Umum PAN ini merupakan politikus senior yang saat ini menduduki kursi ketua MPR. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan menggantikan Malem Sambat Kaban, yaitu sejak 22 Oktober 2009 hingga 1 Oktober 2014.

Selama tahun 2004-2009, ia berkiprah di lembaga legislatif sebagai anggota DPR. Dalam kurun waktu yang sama, ia memegang jabatan internal partai sebagai Sekretaris Jenderal PAN.

4. Ahmad Heryawan (Aher)

Mantan Gubernur Jawa Barat yang merupakan politikus PKS ini dikenal sebagai pemimpin daerah yang berprestasi. Sepuluh tahun memimpin, ia berhasil mengukir prestasi dengan meraih 278 penghargaan.

Selama memimpin provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia itu, Aher juga mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Bahkan, ia berhasil mengalahkan dua provinsi terdekat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

5. Eddy Soeparno

Ini mungkin satu-satunya sekjen partai yang bukan berlatarbelakang politisi.  Sebelum masuk ke PAN, Eddy berkarier selama 20 tahun di bidang keuangan dan perbankan. Di dunia bisnis, Sekjen PAN Eddy Soeparno merupakan anak buah Aburizal dan Nirwan Bakrie di Bakrie dan Brothers.

Baca juga  Kivlan Dukung Gatot Karena Materi?

Namun, karena kedekatan dengan Amien Rais, ia lantas diminta untuk mengelola “dapur” PAN. Eddy lalu membenahi sistem manajemen partai dengan menerapkan sebagian manajemen korporasi di tubuh PAN.

6. Hinca Panjaitan

Dulu, publik sempat kaget dengan terpilihnya Hinca Panjaitan sebagai sekjen Partai Demokrat. SBY mempercayakan pengelolaan partai kepada “koboi” Sumatera Utara ini ketimbang politisi senior lain di Demokrat.

Memang, Hinca banyak menorehkan bermacam prestasi di berbagai bidang yang ia geluti. Ia pernah menjabat anggota Dewan Pers, pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), hingga menjadi praktisi berlatar belakang hukum yang cukup kuat.

7. Said Iqbal

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini merupakan tokoh buruh Indonesia yang meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan ini diberikan bagi mereka, para aktivis buruh yang berjuang demi tegaknya hak-hak buruh di negara masing-masing.

Dalam pemilihan itu, Said Iqbal menyisihkan 200 kandidat lainnya dari seluruh dunia berkat militansinya mengawal demokrasi dan kebebasan berserikat melalui FSPMI dan KSPI.

Oleh: Rafael Wildan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here