Minta Maaf ke PM Malaysia, Dahnil: Pemerintah Kami Memang Tukang Klaim

0
Minta Maaf ke PM Malaysia, Dahnil: Pemerintah Kami Memang Tukang Klaim
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjalan bersama WNI yang terbebas dari dakwaan pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia, Siti Aisyah (kedua kanan) saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/3/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

PolitikToday – Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta maaf kepada Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, lantaran sikap pemerintah Indonesia yang mengklaim melakukan lobi untuk membebaskan Siti Aisyah.

“Tun Dr @chedetofficial maaf kan pemerintah kami yang klaim melakukan lobi terhadap pemerintah Malaysia terkait Siti Aisyah. Kami menghormati keputusan pengadilan yang menyatakan tidak ada bukti SA terlibat pembunuhan,” ungkapnya melalui media sosial Twitter, Rabu (13/3/2019).

Dahnil kemudian meretweet pemberitaan yang memuat pernyataan Mahathir. “Terbiasa klaim. Tukang klaim,” tulisnya. 

“Ketika berbohong adalah kebiasaan, maka pembebasan WNI pun diklaim sebagai kerja politiknya, dan yang memalukan lantas dibantah oleh Perdana Menteri Malaysia. Sebagai bangsa kita kehilangan wibawa oleh laku pemerintah seperti ini,” imbuh Dahnil. 

Ia menuding pemerintahan Jokowi melakukan perilaku politik yang memalukan. Dia membandingkan pernyataan-pernyataan pemerintah dan pernyataan Wapres Jusuf Kalla. 

“Perilaku politik memalukan ditunjukkan secara demonstratif oleh pemerintahan Jokowi, terkait dengan klaim lobi-lobi pembebasan Siti Aisyah. Mengapa tidak bersikap sewajarnya seperti yang ditunjukkan Pak JK. Sehingga, tidak perlu ada bantahan dari Tun Dr Mahathir, yang berujung memalukan Indonesia,” kata mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah ini. 

“Produsen hoax dan kebohongan itu nyata. Bahkan, kini hoax klaim lobi-lobi langsung dibantah oleh Perdana Menteri Malaysia, yang berujung pada nama baik Indonesia di dunia internasional,” sambung Dahnil. 

Sebelumnya diberitakan, Aisyah bebas setelah jaksa mencabut dakwaan pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam. Pemerintah Indonesia mengungkapkan proses lobi pemerintahan Indonesia ke Malaysia. 

“Atas perintah Bapak Presiden, kami, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung, berkoordinasi dengan Malaysia untuk mencari cara pembebasan beliau. Bapak Presiden berkomunikasi dengan baik dengan Pak Najib maupun Tun Mahathir. Ini proses panjang upaya dilakukan membantu Saudari Aisyah dan kehadiran negara sesuai Nawa Cita,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/3/2019).

Baca juga  Jual Beli Jabatan Marak di Era Jokowi, Tarifnya Rp250 Juta hingga Rp500 Juta

Di sisi lain, PM Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tidak tahu soal lobi-lobi dari pemerintah Indonesia. Dia menyebut Siti Aisyah dibebaskan sesuai proses hukum.

“Saya tidak memiliki informasi (tentang hal itu),” kata Mahathir saat ditanya wartawan di Malaysia, seperti dilansir The Star, Selasa (12/3/2019). 

“Ini adalah keputusan yang dibuat oleh pengadilan. Dia diadili dan kemudian dia dipulangkan. Jadi, itu adalah proses yang sesuai hukum,” sambungnya.

(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here