Muzani Sebut Negara Tidak Siap Hadapi Aksi Teroris

0
758
Muzani Sebut Negara Tidak Siap Hadapi Aksi Teroris

PolitikToday – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai negara tidak siap menghadapi aksi terorisme yang saat ini sudah kian memprihatinkan. Disebutkan Muzani, rangkaian aksi teror demi teror yang terjadi belakangan ini, termasuk yang terbaru di Mapolda Riau, pagi tadi (Rabu, 16/5) menunjukkan ketidaksiapan negara menghadapi aksi teror yang dilancarkan para teroris.

“Insiden ini merupakan rentetan kejadian yang memprihatikan, yang menurut kami (MPR) sebagai ketidaksiapan kita (negara). Berkali-kali yang kami ingatkan soal problem kemendadakan, kita selalu tidak siap terhadap problem kemendadakan ketika angsa itu berwarna hitam,” ujar Muzani di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Politisi Gerindra itu menyebutkan, aparat keamanan sebenarnya sudah memiliki sarana dan prasarana yang dimiliki negara sudah sangat baik serta didukung oleh anggaran dan perangkat UU yang masih berlaku UU 15/2003 maupun UU tentang BIN.

“Kita tidak bisa membiarkan negara kita menjadi bulan-bulanan kekuatan sekelompok kecil orang yang merendahkan martabat kita (negara) yang pada akhirnya akan mengacaubalaukan kekuatan-kekuatan kita, menganggu persatuan, persahabatan kita, menganggu suasana keagaaman kita, jadi kita harus bersatu-padu,” paparnya.

Baca juga  Wasekjen Demokrat Yakin Ijtimak Ulama Lebih Kuat dari Dukungan Gubernur

Sementara itu masih terkait aksi teror yang kian menakutkan belakangan ini, Ketua Dewan Pers Josef Adi Prasetyo menilai sejak tahun 2000-an sudah muncul beberapa tulisan dari peneliti luar negeri dalam bentuk jurnal-jurnal yang mengindikasikan adanya temuan adanya kaitan erat antara terorisme dengan pemberitaan media massa.

“Jadi ditemukan kaitan, kalau terjadi teror cuma satu kali, kemudian media ini marak membuat liputan, apakah media televisi, cetak, sekarang ditambah media online, itu biasanya diikuti dengan tindakan susulan,” kata Josef dalam diskusi bertajuk “Cegah dan Perangi Aksi Teroris” di kantor Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Ia menambahkan, Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher bahkan pernah mengatakan bahwa media adalah oksigen bagi terorisme.

Baca juga  Bupati Asal PDIP Ini Akui Terima Suap Untuk Kepentingan Partai

“Tindakan itu tidak akan berarti kalau itu dilakukan di Kutub Utara atau di Kutub Selatan misalkan. Kalau kaitannya dengan media, itu ada unsur dadakan, faktor kejutnya, dan efek menggetarkan. Yang bisa membuat tiga efek ini menjadi membesar itu adalah media,” urainya.

Dewan pers, ujarnya telah membuat edaran sejak hari Senin yang lalu, yang meminta insan pers untuk merenungkan kembali peran dan fungsi pers.

“Karena itu Dewan Pers membuat edaran hari Senin yang lalu, yuk kita renungkan. Sudah saatnya kita, ayo kita berhenti yuk. Kita tahu pelaku teror sudah meninggal, tapi massage dari teror itu diteruskan oleh media, justru oleh teman-teman wartawan,” jelasnya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here