Naikkan BBM, Bukti Pemerintah Gagal Kelola Perekonomian

0
1014
Naikkan BBM, Bukti Pemerintah Gagal Kelola Perekonomian

PolitikToday – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sayed Abubakar Assegaf menilai pemerintah telah gagal menjaga stabilitas nilai tukar mata uang rupiah yang akhirnya berimbas pada kenaikan beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Dikatakan Sayed, meski pemerintah menaikkan jenis BBM non subsidi, namun hal itu tetap saja akan berdampak dan membebani masyarakat secara luas.

“Terlebih lagi dengan adanya kebijakan mengurangi pasokan BBM jenis Premium beberapa waktu lalu sudah banyak masyarakat yang beralih menggunakan Pertamax,” sebut Sayed, Kamis (11/10).

Sebagaimana diketahui, Rabu (10/10) kemarin, pemerintah resmi menaikkan harga jual bahan bakar non subsidi jenis Pertamax menjadi Rp.10.400, Pertamax Turbo Rp. 12.250, Dexlite Rp. 10.500, Pertamina Dex Rp. 11.850.

Baca juga  Korsa nilai Paket Ekonomi XVI Pencitraan Semata

Sayed menilai kenaikan harga BBM tersebut disebabkan pemerintah keliru mengelola perekonomian.

Ia menambahkan, pelemahan kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS yang mencapai sekitar Rp 15.200 per Dollar AS serta terjadinya kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh sekitar 80 dolar AS per barel telah menyebabkan harga bbm juga ikut terkena imbasnya.

“Volume impor minyak mentah Indonesia mencapai sebesar 360 ribu bopd dan 370 ribu bopd BBM. Atau sekitar separuh lebih produksi dalam negeri. Ini jelas membutuhkan dolar AS atau devisa yang tidak sedikit,” jelas politisi Partai Demokrat ini asal Dapil Riau II ini.

Sayed mengkritik sikap pemerintah yang masih mengalami ketergantungan terhadap BBM. Semestinya, lanjut Sayed, pemerintah harus segera mengambil langkah dengan memperkuat program diversifikasi energi.

Baca juga  Sandiaga Bantu Partai Koalisi Dapat Coattail Effect Pilpres

“Meski sampai kini harga BBM bersubsidi seperti Premium belum dinaikkan namun sebenarnya harga riilnya di atas harga jual. Konsekuensinya Pertamina akan menanggung kerugian tersebut,” pungkasnya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here