Nasdem Cs vs PDIP, Berebut Tuah Jokowi

0
2107
Nasdem Cs vs PDIP, Berebut Tuah Jokowi

Tahapan Pilpres 2019 sudah di depan mata. Namun dibarisan pengusung petahana mulai terlihat benih-benih perpecahan. Analisa dari kaca mata banyak pengamat mengatakan bahwa sedang terjadi perang pengaruh antara Megawati dan Jokowi.

Selama ini PDIP meletakkan orang nomor satu RI (Jokowi) ini hanya sebagai petugas partai. Sebutan ini jika terus diulang-ulang Megawati tentunya menurunkan marwah Jokowi sebagai orang nomor satu di republik ini. Ini jugalah yang menjadi salah satu sudut pandang analis yang mengatakan Jokowi bermanuver di Pilkada Serentak 2018 merobohkan partai moncong putih ini dan mencari dukungan alternative.

Sebagai seorang petahana yang akan kembali berlaga, tentunya Jokowi telah menghitung matang perencanaan pencalonannya kedepan. Apalagi dirinya diusung oleh koalisi gemuk. Tentunya setiap partai pengusung berharap tuah Jokowi bisa berimbas pada suara di Pileg 2019 yang berbarengan dengan Pilpres.

Jika mengukur analisa perang bintang Jokowi dengan Megawati, maka partai yang diuntungkan saat ini adalah Nasdem Cs (Golkar dan Hanura). Hal ini bisa dibaca dari perolehan kemenangan parpol di Pilkada Serentak 2018.

Nasdem menjadi pemenang dengan klaim 10 provinsi yang dimenangkan. Golkar menang dengan klaim 10 provinsi yang dimenangkan, dan Hanura mengklaim menang di 9 provinsi. Sementara itu, PDIP bak banteng yang mengerang kesakitan di tangan sang matador. Tumbang dimana-mana, hanya menang di 4 provinsi.

Baca juga  Aset Bupati Labuhanbatu Yang Diusung PDIP Disita KPK

Setelah Nasdem merasa berhasil merebut tuah Jokowi di Pilkada Serentak 2018, partai besutan Surya Paloh ini dengan sigap mempersiapkan para calegnya. Bahkan tokoh yang dianggap sebagai “pengeruk suara” tidak lupa rekrutnya. Kabar-kabar yang beredar, Nasdem menggelontarkan dana yang besar untuk membajak nama-nama seperti Anang Hermansyah dari PAN, Okky Asokawati dari PPP, Venna Melinda dari Nasdem, dan banyak yang lainnya.

PDIP sebagai partai yang melahirkan Jokowi tentunya tidak ingin kehilangan putra kandungnya direnggut begitu saja. Apalagi berkaca dari kekalahan di Pilkada Serentak 2018, tentu PDIP tidak ingin mengalami hal tragis kedua kalinya di Pileg 2019. Berbagai upaya pun sepertinya dipersiapkan untuk menarik Jokowi masuk ketengah barisan PDIP.

Salah satunya adalah dengan munculnya relawan Barisan Jokowi – Budi Gunawan (Barjodi). Sebagai seorang Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), nama yang satu ini tentunya tidak bisa dianggap sebelah mata. Apalagi beberapa sumber pernah mengatakan bahwa kemenangan Jokowi di 2014 tidak lepas dari pengaruh besar Budi Gunawan.

Nama Budi Gunawan sebenarnya sudah diprediksi banyak pihak sebagai salah satu nama yang akan diusulkan PDIP ke Jokowi sebagai calon wakil presidennya di 2019. Namun tidak mudah bagi PDIP untuk bisa terbuka menyebutkan nama tersebut di tengah koalisi Jokowi yang gemuk seperti sekarang. Karena asumsi yang berhenbus, siapa wakil presiden Jokowi hari ini, maka dialah yang berpotensi menjadi presiden 2014.

Baca juga  Andi Arief Sarankan Prabowo Minta Maaf ke Warga Boyolali

Maka tidak heran, Airlangga dan Golkar dimana tersebar spanduk Golkar-Jokowi (Gojo) dengan latar Ketua Umum Golkar dan Jokowi. PPP juga begitu, banyak tersebar spanduk ketua umumnya dengan polesan milenial mengikuti trend Jokowi. Sementara itu Nasdem, sudah dari awal mendeklarasikan diri sebagai partai pendukung pemerintah dan pengusung Jokowi di 2019.

Dalam posisi sejarah, PDIP sebenarnya telah kalah telak dalam barisan koalisi pendukung Jokowi. Ingat, Golkar, Nasdem, dan Hanura berasal dari satu rahim yang sama. Sedangkan PPP, konon kabarnya dibentuk Soeharto untuk meredam kelompok masyumi.

Artinya, PDIP saat ini tengah dikeroyok 1:4 jika kita mengambil sudut pandang ideologi dan sejarah. Seperti halnya PDIP yang selalu mencari koalisi yang se-ideologi serta satu visi dan misi. Akankah PDIP berhasil mempertahankan tuah Jokowi di Pileg 2019, atau malah tuah Jokowi lebih dinikmati Nasdem Cs.

Burhanudin Bustami, Pengamat Sosial Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here