Negara Harus Bisa Jamin Kenyamanan dan Keamanan Warga Negara

0
1423
Negara Harus Bisa Jamin Kenyamanan dan Keamanan Warga Negara

PolitikToday – Dalam dua hari belakang Indonesia berduka. Serangkaian aksi teror tersebut membuat puluhan nyawa melayang. Mulai orang dewasa hingga anak-anak tak berdosa menjadi tumbal dalam tragedi kemanusiaan ini.

Bom pertama meledak pada hari Minggu (13/5) disejumlah gereja yang ada di Surabaya. Jokowi dan sejumlah menteri langsung berangkat ke Kota Pahlawan tersebut. Disana Jokowi menyatakan pemerintah bertekad melawan aksi teroris tersebut.

Malangnya, sehari sesudah Jokowi menyatakan sikapnya melawan terorisme, hari ini (14/5) bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 08.50 WIB. Setidaknya dari kedua kejadian tersebut sudah 21 nyawa yang melayang.

Pertanyaanya, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) kemana? Memang terkadang serangkaian aksi teror dapat terjadi secara tak terduga. Namun, aksi yang dilakukan secara berturut-turut ini tentunya memperlihatkan kelemahan dan kelengahan aparat terkait.

Pemerintah dan instansi terkait memang telah berupaya, namun setidaknya ada jaminan dan garansi kepada rakyat agar dapat hidup dengan nyaman dan aman. Bukan berlindung dibalik kata-kata. Mengatakan kekuatan lawan yang besar untuk menutupi kelemahan pertahanan kita yang rapuh.

Baca juga  Skandal Duit Suap di Brankas DPP PDIP, Bisakah “Partai Banteng” Dipidana?

Inilah yang disangsikan banyak analisa. Sebelumnya bermunculan analisa bahwa Polri dan BIN ditarik ke dalam wilayah politik untuk kepentingan penguasa. Analisa-analisa tersebut berserakan di laman media sosial.

Jika itu benar, berarti Polri dan BIN telah melakukan malfungsi dalam tugasnya. Tugas yang harusnya memastikan keamanan warga negara malah terlibat politik praktis. Lebih disayangkan lagi dari kelalaian itu Polri dan BIN kecolongan.

Protes lebih keras disampaikan oleh Ketua Nasdem Surya Paloh. Menurutnya kali ini Polri dan BIN bukan kecolongan, tapi kelalaian besar. Jika lah adab pejabat kita seperti di Jepang atau Korea, pasti pejabat yang bersangkutan telah mengundurkan diri.

Penyelesaian masalah teror tidak bisa diselesaikan hanya dengan kata-kata. Ada skema dan koordinasi yang jelas untuk menyelesaikannya. Jika tidak, tidak tertutup kemungkinan korban akan bertambah lebih banyak.

Sudah saatnya Jokowi berhenti sejenak memikirkan nasib elektabilitasnya. Tidak saatnya hari ini hastag #Jokowi2Periode. Jokowi harus lebih fokus melayani kebutuhan dasar warga negara, yaitu kenyamanan dan keamanan.

Baca juga  Bangkit dari Mati Suri, Mahasiswa Desak Turunkan Jokowi

Selain itu, analisa tentang meningkatnya radikalisasi dikarenakan rendahnya kesejahteraan dan pendidikan harus menjadi bahan evaluasi pemerintah. Silahkan pemerintah melakukan pembangunan ini dan itu, tapi jangan lupa membangun manusianya. Pendidikan adalah hal yang fundamental dalam menangkal paham-paham radikal.

Rendahnya kesejahteraan juga mendorong seseorang untuk menjadi radikal. Orang yang lapar bisa melakukan apa saja di luar nalar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ekonomi adalah tiang penyangga negara. Tidak sedikit negara dan pemimpin dunia tumbang karena tidak mampu menyelesaikan masalah perekonomian.

Negara harus hadir mengisi kekosongan tersebut. Tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan kerja nyata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here