NU Menjalankan Politik Tingkat Tinggi Untuk Posisi Menteri

0
Ketua PBNU Aizzuddin Abdurrahman

PolitikToday- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Aizzudin Abdurrahman buka suara soal lobi politik tingkat tinggi terkait posisi menteri pada pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.

“NU bukan partai politik dan siapa pun yang ditempatkan dalam posisi menteri membantu presiden terpilih sepenuhnya hak prerogratif presiden” kata Gus Aiz sapaan akrab, Kamis, Jakarta (11/7/2019).

Gus Aiz menilai secara sejarah, NU telah menjalankan politik kebangsaan, politik tingkat tinggi dalam meneruskan perjuangan para pendiri NU.

“Peran NU dalam sejarah senjakala perjalanan bangsa ini tidak dapat dinafikan, terus istiqomah meneruskan perjuangan para muassis NU. Perlu ditegaskan, politik NU merupakan politik kebangsaan, politik ‘aliyah bukan politik praktis pragmatis sebagaimana partai politik. Dalam hal ini peran NU sangat lengkap, NU berjuang mempertahankan bangsa ini,” bebernya.

Lebih lanjut, Gus Aiz meminta pemerintah melalui menteri-menterinya dan seluruh birokrasi di dalamnya mesti berdasarkan kepentingan rakyat. Menjaga keutuhan negara ini dari arsiran-arsiran ideologi dan pemahaman yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila, kebhinekaan bangsa ini harus dilestarikan menjadi pondasi peradaban sebuah bangsa dalam bingkai NKRI dan UUD 1945.

“Zaman Orde Baru, Gus Dur berpolitik hingga mengantarkan beliau menjadi Presiden keempat RI dan semua pengurus PBNU ketika itu jadi tim sukses PKB dan semua pengurus wilayah cabang juga jadi jurkam PKB, melalui jalan demokrasi yang diretas sudah benar. Saat ini bisa kita rasakan perjuangan beliau. Yang tidak memahami ini, berarti dia menyalahkan Gus Dur atau menghina Gus Dur,” tukas Gus Aiz yang juga adik sepupu Gus Dur ini.

(hz)

Baca juga  Titiek Soeharto Maju di Munaslub, Ini Kata Pengamat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here