PA 212 Tegaskan Komitmen Patuhi Ijtima’ Ulama II

0
577
PA 212 Tegaskan Komitmen Patuhi Ijtima’ Ulama II

PolitikToday – Persaudaraan Alumni 212 menegaskan komitmennya untuk tetap solid mengawal fatwa ulama untuk tidak memilih pemimpin yang ingkar janji daripada menyataka dukungan kepada kubu yang sama dengan Ketua Majelis Umum Indonesia (MUI).

DIkatakan Sekretaris Jenderal PA 212, Bernard Abdul Jabbar, pihaknya tidak akan ambil pusing dengan kabar yang mengatakan bahwa sejumlah alumni 212 mendeklarasikan dukungan kepada calon petahana di Pilpres 2019.

Dikatakan Bernard, PA 212 tetap mengawal fatwa ulama yang menegaskan larangan untuk memilih pemimpin yang telah ingkar pada janjinya kepada rakyat.

“Dengan sendirinya kita GNPF dulu itu mengawal fatwa MUI, sekarang ada fatwa MUI yang melarang pemimpin yang ingkar janji walaupun sosok ketua MUI kemudian ada di kubu Jokowi. Tetapi kami kan tidak harus ikuti orangnya [pemimpinnya], tapi harus tetap patuhi fatwa MUI, bukan orangnya sekalipun dia melanggar fatwanya sendiri,” ujar Bernard, Jumat (12/10).

Sebelumnya, Razman Arief Nasution mengatakan bahwa selama ini publik tergiring oleh opini yang dibangun PA 212 lewat ijtimak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama untuk mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga  Romahurmuziy Tolak Islah, PPP Humphrey Dukung Prabowo-Sandi

Menuurt Razman, awalnya GNPF dibangun untuk mengawal fatwa MUI yang dipimpin Ma’ruf Amin.

Ia membeberkan bahwa saat ini terdapat ratusan eks peserta aksi 212 yang sudah menyatakan mendukung Jokowi-Maruf. Sejumlah tokoh yang tergabung di dalam kelompok relawan itu, di antaranya Imam Anshori, Lukman Edy, Muhammad Kapitra Ampera, Ustaz Kholid Hidayat, Ustaz Kurtubi Al Bantani, Ustaz Sulaeman, hingga Ustaz Sayuti.

Sebagaimana diketahui, MUI sebelumnkjya telah mengeluarkan fatwa mengenai masalah strategi kebangsaan dengan mengharamkan pemimpin yang mengingkari janji dan boleh menaati pemimpin yang memerintahkan sesuatu yang dilarang agama sejak 2015.

Namun, dikatakan Bernard pihaknya tak mengikuti Ma’ruf karena seorang ulama adalah manusia biasa. Sementara fatwa telah disepakati dan bisa dikawal oleh orang yang ingin menjalankannya.

Baca juga  Pengamat: Megawati Ragukan Puan Jadi Ketum PDIP

“Kami sudah solid mendukung presiden yang dipiih oleh ulama bukan mendukung ulama yang dipilih oleh presiden,” imbuhnya.

Ia menambahkan, meski ada deklarasi yang menyatakan dukungan kepada petahana, ia menilai peserta deklarasi tersebut jumlahnya jauh lebih kecil dari jaringan PA 212 yang sejalan dengan Rizieq Shihab di seluruh Indonesia.

“Kami tidak bisa mengatakan apa-apa jika orang-orang termasuk Kapitra dan sebagainya itu mendukung Jokowi. Bagi 212 tidak masalah karena hanya segelintir orang. Kami hormati dan hargai, junjung tinggi perbedaan itu. Tapi saya sebagai seketaris umum PA 212 mengatakan kami tetap solid dan istiqomah mengawal fatwa dan mengikuti arahan Imam Besar Rizieq Shihab,” paparnya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here