Pak Jokowi Lain Kali Pilihlah Waktu, Tempat dan Kalimat yang Tepat Sebelum Berpidato

0
2651
Pak Jokowi Lain Kali Pilihlah Waktu, Tempat dan Kalimat yang Tepat Sebelum Berpidato

Hastag (tanda pagar) di dunia maya #MaluDongJkw tiba tiba menggema di dunia maya. Taggar bernada protes kepada Presiden Joko Widodo itu menjadi trending topic dan menempati posisi ketiga hingga pukul 16.00 Wib Rabu sore.

Pada awalnya, sebelum taggar #MaluDongJkw bergema, sejak pagi hari, hastag dengan nada yang hampir sama #ShameOnYouJkw sudah terlebih dahulu menempati posisi trending topic di jejaring pertemanan di dunia maya Twitter. Netizen seolah berlomba lomba menaikkan taggar tersebut untuk segera menempati posisi puncak trending topic nomor satu.

Namun, sekitar jam tiga sore, hastag itu menghilang dari jajaran topic yang digemari netizen dan berganti dengan hastag baru #MaluDongJkw tersebut.

Sebelumnya, dalam ‘Workshop Nasional Anggota DPRD PPP’ di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018), Jokowi berbicara soal BBM 1 harga. Jokowi menyinggung harga BBM di wilayah timur Indonesia 3,5 tahun lalu.

Kontan, pernyataan Jokowi itu memancing reaksi dari Presiden SBY yang merasa tidak pada waktunya Jokowi menyalahkan pemerintahan terdahulu ditengah situasi keamanan yang rumit terkait aksi bom dan teror yang terjadi dalam lima hari berlakangan.

Dalam pandangan saya, pernyataan Presiden Jokowi itu memang tidak pas waktunya dan disampaikan oleh dirinya sendiri apalagi sebelumnya, Jokowi sudah mengangkat seorang Staf Khusus yang baru sebagai Staf Khusus bidang komunikasi.

Baca juga  Ribuan Mahasiswa Riau Minta Jokowi Diturunkan

Menjadi tidak pada waktunya kalimat Jokowi karena situasi masyarakat masih mencekam karena aksi teror bom. Kecurigaan demi kecurigaan terus terjadi begitu pula ketakutan akan terkena dampak aksi teror yang terjadi itu.

Presiden seharusnya menenangkan masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan bahwa negara siap dan hadir ditengah mereka memberi rasa aman. Bukan berpidato membandingkan diri dnegan pemerintahan terdahulu seolah olah paling berjasa kepada rakyat.

Saya memahami kemarahan Netizen kepada Jokowi sehingga berakibat menjadi Trending Topicnya hastag #ShameOnYouJkw dan #MaluDongJkw itu di dunia maya. Saya juga menilai ini adalah titik balik bahwa Jokowi mulai tidak disukai oleh netizen padahal semua tahu, Jokowi pada awal awal mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI 2012 lalu adalah idola dunia maya. Sebuah titik balik yang menyedihkan.

Soal hastag hastag dan bully-an kepada pemimpin bukan hanya Jokowi yang mengalaminya. Namun, jika boleh membandingkan, rasanya bullyan kepada Jokowi ini bukan disebabkan oleh keputusannya yang terkait dengan hajat hidup rakyat. Mantan Perdana Menteri Malaysia yang baru saja turun jabatan Najib Razak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa netizen Indonesia sangat keja. Tapi jika mengacu pada hastag #ShameOnYouJkw dan #MaluDongJkw rasanya hal itu muncul karena (maaf) ketidak telitian Jokwi memilih tempat, waktu dan kalimat yang pas.

Baca juga  Social Engineering Dalam Memahami Framing Asia Sentinel

Presiden Jokowi harus memahami tiga persyaratan utama dalam berbicara kepada publik atau khalayak ramai, pertama, ia harus memilih waktu yang pas, kedua, tempat (audien) yang tepat pula serta memilih dan menyampaikan kalimat yang patut pula.

Jika tiga syarat itu dipenuhi maka semua akan baik baik saja, namun jika tidak, maka alamat kacau balau. Saya kok berpikir, dengan hastag ini tersebut, Jokowi tengah galau menghadapi rakyatnya sendiri. Semoga saya salah, sebab rasanya jika ada pemimpin yang galau menghadapi rakyat sendiri ndak dapat akal lagi rasanya kita. Salam

Oleh – Rhoma Irama Sutan Nan Bungsu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here