Paket Kebijakan Ekonomi Ke-16 Merugikan dan Menelanjangi Rakyat

    0
    Paket Kebijakan Ekonomi Ke-16 Merugikan dan Menelanjangi Rakyat

    Keluarnya Paket Kebijakan Ekonomi 16 yang berisikan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang memuat 28 jenis industri, pihak asing diberikan keleluasaan penuh. Menimbulkan pertanyaan apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahu ada paket kebijakan itu.

    Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal mempertanyakan paket tersebut mudah keluar tanpa koordinasi.

    “Jokowi tahu enggak itu paket itu keluar? Atau jangan-jangan dia tidak tahu,” ujar Refrizal, Selasa (20/11/2018)

    Dia berprasangka baik bahwa Priseden Jokowi dengan visi Nawacita-nya. Dalam visi itu disebutkan terutama di butir 6 dan 7 yang mendorong produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi.

    Refrizal menduga paket ini semata kebijakan Menko Perekonomian Darmin Nasution semata tanpa koordinasi dengan Presiden.

    “Jokowi dengan Nawacita-nya itu harus mencabut kebijakan ini yang kelas merugikan rakyat kita,” ungkapnya.

    Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat tidak ada penjelasan dengan alasan kuat dan detail dari pemerintah tentang alasan memperbolehkan asing kuasai bidang-bidang UMKM yang bersinggungan langsung dengan usaha rakyat kecil.

    “Ini harus dijelaskan dasarnya apa kok sampai bidang usaha berbasis UMKM juga dilepas ke asing,” ujarnya, Selasa (20/11/2018).

    Tidak hanya bidang UMKM, Hendri juga pertanyakan tentang pelepasan bidang jasa komunikasi data. Menurutnya, pelepasan ini diluar kewajaran dan berbahaya bagi kedaulatan bangsa.

    Sebab, bidang dari komunikasi memiliki data cukup luas. Termasuk data identitas rakyat Indonesia. Pihak asing menelanjangi rakyat Indonesia dengan data.

    “Ini sama saja pemerintah sedang menelanjangi rakyatnya sendiri untuk dipertontonkan asing,” pungkasnya. Hendri Satrio adalah pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI).

    (hz)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here