PDIP Sebut Ancaman PKB Hengkang Cuma Gimmick

0
611
PDIP Sebut Ancaman PKB Hengkang Cuma Gimmick

PolitikToday – Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari meyakini ancaman PKB hengkang dari koalisi parpol pendukung Jokowi cuma gimmick politik. Meskipun Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak dipilih sebagai cawapres Jokowi, PKB akan tetap konsisten.

“Ya, gimmick saja. Mereka akan tetap di kekuasaan dan banyak menteri,” tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Manuver PKB tersebut, kata Eva, adalah strategi yang wajar dilakukan oleh parpol. Namun, strategi itu juga mesti didasarkan pada kondisi yang terjadi.

Eva mengingatkan PKB agar memberi ruang bagi Jokowi untuk memilih cawapresnya.  Sebab Jokowi adalah pihak yang paling paham sosok cawapres yang akan membantunya memenangkan Pilpres 2019.

“Apa yang terbaik untuk bangsa harus jadi pemahaman semua. Mau keputusan subjektif jadi cawapres silakan. Tapi di hari akhir mari pilih cawapres terbaik sesuai yang didefinisikan Pak Jokowi,” paparnya.

Baca juga  Terkait Bupati Maki Prabowo, Polisi Masih Tunggu Penyelidikan Bawaslu

Eva juga menyebut PKB usah khawatir. Jika Cak Imin gagal terpilih sebagai cawapres, PKB masih bisa menempatkan kadernya sebagai menteri.

Bahkan saat ini menteri berlatar belakang PKB adalah yang paling banyak dalam kabinet Jokowi. Jumlahnya melebihi porsi menteri dari PDIP selaku parpol pengusung Jokowi.

“Sekarang PKB dapat banyak menteri di kabinet, apalagi ditambah elemen Nahdlatul Ulama. GMNI saja tidak ada masuk walaupun kami solid, tidak pecah,” ungkapnya.

Terpisah, kolega separtai Eva, Alex Indra Lukman enggan berkomentar soal peluang PKB mendapat tambahan jatah menteri jika Cak Imin gagal jadi cawapres Jokowi.

Ia hanya mengatakan pemilihan menteri kabinet merupakan hak prerogatif presiden berdasarkan masukan atau usulan dari berbagi pihak, salah satunya parpol pengusung.

Baca juga  Banyak Kader Terlibat Korupsi, PDIP Tetap Paling Tinggi di Jateng

“Saya yakin Pilpres kali ini momentum menjalankan ajaran Bung Karno untuk bermusyawarah dan bermufakat, bukan bersikeras dengan keinginan masing-masing,” paparnya.

Sebelumnya, Cak Imim menyatakan Jokowi berpotensi kalah di Pilpres 2019 jika tidak menunjuk dirinya sebagai calon wakil presiden.

Menurutnya, duet Jokowi-Cak Imin merupakan penyelamat kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. PKB sejak awal menyodorkan Cak Imin, sapaan Muhaimin, untuk jadi cawapres Jokowi. Slogan JOIN, singkatan Jokowi-Cak Imin sudah dikampanyekan sejak lama.

“Buktikan saja, kalau tidak JOIN bahaya,” ujar Cak Imin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here