Pelantikan Semakin Dekat, Tantangan Besar Menanti Anies-Sandi?

0
191
Pasangan Calon Gubernur DKI Anies Baswedan - Sandiaga Uno

Tinggal menghitung hari, DKI Jakarta akan segera memiliki pemimpin yang baru. Oktober mendatang Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2017-2022 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Seribu harapan dan tantangan telah menanti pasangan yang diusung koalisi Gerindra dan PKS dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagi Anies, pelantikan ini merupakan kali kedua dirinya diambil sumpah jabatan oleh Jokowi. Sebelumnya, Anies merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam kabinet kerja, tapi dirinya terkena reshufle. Sedangkan bagi Sandiaga Uno, ini kali pertama dia menjadi pejabat di pemerintah daerah. Dari seorang pengusaha kaya raya menjadi seorang pelayan publik.

Seperti kita ketahui, pasangan Anies-Sandi mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot pada putaran kedua Pilkada DKI. Sedangkan pada putaran pertama, mereka menyisihkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni.

Anies dan Sandi harus benar-benar bekerja ekstra keras diawal kepemimpinan mereka, karena bakal ada pihak yang intensif memantau kinerja mereka. Dan tentu saja bakal menagih janji-janji yang pernah diucapkan selama masa kampanye. Ada beberapa janji atau program yang paling menyedot perhatian, yaitu tolak reklamasi, DP rumah nol persen dan program OKE OCE.

Terkait dengan reklamasi, Anies sepertinya bakal mengalami dilema. Disatu sisi mereka harus memenuhi janji tentang tolak reklamasi, disisi lain mereka harus berhadapan dengan pemerintah pusat. Seperti yang diketahui, reklamasi diambil alih oleh pemerintah pusat. Lihat saja bagaimana seorang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B Panjaitan ngotot terhadap kelanjutan reklamasi.

Baca juga  Tak Ada Jaminan Anies Bertahan Hingga Lima Tahun

Jika Anies tidak ngotot mempertahankan ucapannya saat kampanye, maka dia akan dicap sebagai pemimpin yang tidak amanah. Karena tidak melaksanakan apa yang pernah dia ucapkan atau janjikan. Pasangan ini juga akan kehilangan pendukung, karena beranggapan kalau Anies hanya menarik simpati disaat pemilihan saja. Saat sudah menjabat ternyata lupa dengan semua yang pernah diucapkan.

Jika Anies berani melawan kepada pemerintah pusat, maka dia akan menghadapi persoalan yang juga berat. Makanya disebutkan dari awal, kalau Anies bakal menghadapi dilema terkait dengan persoalan reklamasi. Kan tidak mungkin juga pulau yang sudah dibuat sekian banyak dan besar bakal dihancurkan begitu saja, sedangkan dampak lingkungannya tidak bisa diperbaiki seketika.

Lalu soal DP rumah 0 persen. Ini juga diprediksi bakal sangat dinanti dan ditagih, karena orang berharap hal itu dapat terlaksana. Kita sama-sama mengetahui rumah di Jakarta harganya gila-gilaan, dan sulit terjangkau. Dengan ada janji DP 0 persen, tentu bakal banyak yang berbondong-bondong menanti hal itu. Karena banyaknya kontroversi tentang bisa atau tidak gagasan itu terlaksana, maka membuat orang sangat menanti Anies-Sandi cepat dilantik.

Baca juga  Penguasa Sibuk Jual Aset, Generasi Mendatang Indonesia Bakal Gigit Jari?

Berikutnya terkait dengan APBD. APBD DKI yang akan dipakai Anies Sandi enam bulan pertama hingga satu tahun menjabat adalah yang dirumuskan oleh Gubernur terdahulu. Dalam hal ini Ahok dan dilanjutkan Djarot. Artinya Anies tidak bisa mengebrak secara tiba-tiba diawal menjabat, apalagi sampai ditagih tentang kinerja 100 hari pertama.

Bagaimana itu dapat terlaksana, program yang dia harus jalankan masih mengacu kepada APBD 2017 yang telah berjalan. Tidak mungkin membongkar seenaknya, karena penggunaan anggaran telah menjadi aturan yang harus ditaaati. Salah melangkah dapat berurusan dengan penegak hukum.

Disini bakal menjadi tantangan juga untuk Anies-Sandi. Masyarakat tentu banyak yang tidak paham soal anggaran atau APBD, yang mereka ketahui adalah disaat sudah dilantik maka program yang telah dijanjikan harus dipenuhi. Ditambah lagi para hatter Anies sudah menanti momentum ini, bagaimana cara menyerang dia dengan kata-kata yang berkonotasi tidak baik.

Belum lagi persoalan macet yang masih saja terjadi hingga saat ini. Begitu juga dengan musibah yang hampir selalu terjadi diakhir tahun, yaitu Jakarta terancam dengan banjir, maka itu bakal jadi alasan untuk menyerang Anies dan Sandi nantinya.

Pro dan kontra itu biasa, yang terpenting adalah bagaimana komitmen bersama dalam membangun Jakarta. Pelantikan kian dekat, tantangan besar menanti Anies-Sandi.

Oleh – Fatahuddin (Warga Jakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here