Pengamat: Berlebihan Ajakan Golput Diancam Pidana

0
Pengamat: Berlebihan Ajakan Golput Diancam Pidana

PolitikToday- Pernyataan Menko Polhukam Jenderal (purn) Wiranto tentang ancaman pidana bagi pengajak golput dengan pidana lewat UU ITE dan UU KUHP terus dikritisi.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno sebut Wiranto terlalu berlebihan soal ancaman pidana pengajak golput.

“Berlebihan jika golput diancam dengan pidana. Memilih atau tidak itu hak politik yang tak mesti diintimidasi dengan ancaman UU ITE apalagi terorisme,” kata Adi, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Adi menilai ancaman yang diserukan pemerintah, justru membuat iklim demokrasi di Indonesia kehilangan kehangatan.

“Kita ini belakangan kok kehilangan sentuhan kehangatan berdemokrasi. Dikit-dikit ancaman pidana. Kecuali golput itu dilakukan dengan cara-cara merusak dan merongrong negara. Sejauh ini, angka golput masih dalam batas normal tak mengkhawatirkan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Adi menilai hal tersebut sesuatu yang wajar, jika dilakukan dengan cara damai dan menggunakan argumen yang jelas. Dimana, ajakan golput itu juga tidak diatur sanksinya di dalam UU 7/2017 tentang Pemilu.

“Selama mengajaknya dengan cara-cara damai tak ada persoalan. Kecuali mengajak golput itu dilarang oleh UU Pemilu, itu beda cerita. Karena UU Pemilu tak bicara tentang sanksi golput,” ungkapnya.

“Kan nggak lucu tindakan politik yang berkaitan dengan pemilu diancam dengan UU lain seperti ITE, KUHP dan terorisme,” tutupnya.

(hz)

Baca juga  Wiranto: Tidak Mungkin Bikin Perppu Cakada Tersangka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here