Pengamat: Demokrat Kerap Kritik, tapi Selalu Bantu Prabowo-Sandi

0
Pengamat: Demokrat Kerap Kritik, tapi Selalu Bantu Prabowo-Sandi

PolitikToday – Pengamat politik Universitas Pramadina, Hendri Satrio menilai, teguran Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap bentuk kampanye terbuka capres cawapres yang diusungnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak akan menuai dampak negatif terhadap kelangsungan koalisi.

Demokrat adalah salah satu partai politik yang mendukung Prabowo-Sandiaga selain Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Berkarya.

“Dari awal, Demokrat sudah sering melakukan kritik-kritik ke internal ya, tetap saja dia di dalam bantuin Prabowo-Sandiaga juga,” ujar Hendri, Senin (8/4/2019).

Menurut Hendri, dinamika seperti ini justru bagus untuk citra koalisi partai politik pendukung Prabowo-Sandiaga. Koalisi 02 jadi dapat dipersepsikan oleh masyarakat sebagai koalisi yang terbuka akan kritik membangun dari sesama anggota koalisi sendiri tanpa harus terpecah belah.

“Dengan adanya (kritik) Demokrat justru membuat koalisi 02 ini lebih bisa berkembang. Karena ada kritikan-kritikan terus yang membuat koalisi ini menjadi besar. Daripada koalisi-koalisi yang hanya satu kata, yes man, enggak ada kritikan yang membuat mereka menjadi besar,” lanjut Hendri. 

Apalagi, menuut Hendri, poin kritik SBY telah dijalankan, baik oleh tim sukses yang menggelar acara kampanye terbuka di GBK, maupun oleh Prabowo dan Sandiaga sendiri.

Misalnya, Prabowo tidak hanya menyebut kata ‘Allah’ dalam pidato. Namun juga Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa sosok Prabowo juga mengedepankan kebinekaan sesuai dengan pesan yang diharapkan SBY. 

Sementara, soal para pendukung yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, menurut Hendri, hal itu bukanlah bentuk eksklusivitas. 

“Kalau acaranya diawali dengan shalat subuh berjamaah, itu saya yakin adalah ungkapan spontan saja bahwa ada pra acara. Kalau konser juga begitu kan. Ada band pembuka dulu sebelum band utamanya. Para pendukung Prabowo antusias hadir di Senayan sebelum acara, sebelum puncak pidato sudah ada di sana, shalat subuh bareng, kan enggak apa-apa,” ujar dia. 

Baca juga  Setya Novanto Dukung Pembentukan Densus Tipikor Polri

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya mengingatkan Prabowo-Sandiaga untuk mengedepankan kebhinnekaan dan inklusivitas dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Minggu (7/4/2019) kemarin.

Pesan itu terungkap dalam surat yang disampaikan SBY kepada tiga petinggi Demokrat, yaitu Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Waketum Partai Demokrat Syarief Hassan dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Surat itu ditulis SBY dari Singapura tertanggal 6 April 2019.

Keberadaan surat SBY tersebut pun dibenarkan oleh Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Ia membenarkan SBY sempat mendapat kabar bahwa kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di GBK diperuntukan bagi kelompok identitas tertentu saja. 

“Yang pasti surat itu ditujukan Pak SBY kepada tiga kader utama Partai Demokrat. Di mana Pak SBY menerima laporan, kami sendiri tidak tahu laporan dari siapa yang sampai ke beliau yang menyatakan bahwa kampanye didesain seolah diidentikkan dengan kelompok tertentu,” kata Ferdinand.

Oleh karena itu, SBY menginstruksikan kepada tiga elite Demokrat untuk meneruskan pesan bahwa kampanye akbar Prabowo-Sandiaga harus mengedepankan kebhinnekaan dan inklusivitas. 

“Dan beliau (SBY) menyampaikan ketiga kader tersebut untuk menyampaikan kepada panitia dan Prabowo, kalau itu benar, tidak boleh terjadi. Maka diminta kampanye harus se-nasionalis mungkin se-Indonesia mungkin dan se-bhinneka mungkin untuk menunjukkan tuduhan ke Prabowo itu tidak benar,” kata Ferdinand. 

Ferdinand bersyukur kampanye akbar tadi sesuai harapan SBY. Menurut dia, proses kampanye tadi sudah menunjukkan kebhinnekaan. Sehingga, kata Ferdinand, kabar yang diterima SBY sebelumnya terbantahkan.

(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here