Pengamat Nilai Aksi Duet Adjat dan Syaikhu Diluar Konteks Pilkada

0
675
Pengamat Nilai Aksi Duet Adjat dan Syaikhu Diluar Konteks Pilkada
Pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Barat, Sudrajad dan Ahmad Syaikhu

PolitikToday – Aksi pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang diusung oleh koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera Sudradjat dan Ahmad Syaikhu pada saat Debat Pilkada Propinsi Jawa Barat yang berlangsung pada Senin (14/5) malam di Kampus UI Depok Jawa Barat mengundang reaksi negatif dari berbagai kalangan. Dikatakan Pengamat Politik Politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, aksi Adjat dan Syaikhu yang menyinggung soal pergantian presiden pada saat debat kurang pas dan bisa memanaskan suasana yang sudah makin tidak kondunsif akhir akhir ini.

“Ya itu agak kurang pas begitu, karena ini bisa memprovokasi,” ujar Asep, Selasa (15/5/2018).

Sebagaimana diketahui, dalam debat publik kedua tersebut, Sudrajad-Syaikhu memberikan pernyataan mengenai apabila pasangan Asyik menang, maka 2019 ganti presiden.

Baca juga  Bawaslu Dorong Polisi Tersangkakan Petinggi PSI

Kontan akibat hal tersebut, pelaksanaan acara debat sempat menjadi gaduh karena adanya protes dari sebagian kalangan yang merasa aksi keduanya diluar konteks debat yang ditentukan.

Dijelaskan Asep, apa yang dilakukan oleh kedua pasangan tersebut memang tidak bermasalah dari sisi hukum. Namun, apa yang mereka lakukan dinilai kurang pas karena keluar dari konteks kampanye Pilkada Jawa Barat.

“Dari aspek hukum tata tertibnya ga ada. Karena debat bagian dari kampanye, tapi dari segi etika, konteks, dan forum itu apakah pantas dibuat seperti itu?,” kata dia.

Ditambahkan Asep, apabila tindakan dari Sudrajad-Syaikhu masuk kategori pelanggaran berdasarkan catatan Bawaslu dan KPU, maka pasangan lain yang menyinggung soal presiden pun harus ditindak juga.

Baca juga  Bawaslu Awasi Politik Uang selama Bulan Ramadhan

“Dan ini harus fair, artinya setiap kali kita bicara tentang presiden harus ditindak juga, karena paslon nomor dua menyebut nama Jokowi itu juga harus diteliti. Boleh nggak nyebut nama orang lain atau nyebut nama presiden kita. Perbedaannya saja yang satu dalam bentuk hiburan yang satu dalam bentuk pernyataan,” katanya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here