Penggunaan Cadar Menjadi Polemik, Dari Mahasiswa, Dosen, Hingga Artis Kena Dampaknya

0
Penggunaan Cadar Menjadi Polemik, Dari Mahasiswa, Dosen, Hingga Artis Kena Dampaknya

PolitikToday – Penggunaan cadar menjadi polemik setelah pemberitaan mengenai aturan yang diberlakukan oleh UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta terhadap sejumlah mahasiswanya yang menggunakan cadar (niqab) beberapa waktu yang lalu. Kendati aturan tersebut telah dibatalkan dengan surat tertanggal 10 Maret 2018 oleh pihak kampus, namun efeknya masih menjalar keberbagai daerah dan kalangan.

Seperti halnya yang dirasakan seorang Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan atas nama Hayati Syafri di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Sumatera Barat. Dirinya diberikan surat teguran oleh Dekan Fakultas terkait kode etik berpakaian dosen di dalam lingkungan kampus.

Dikonfirmasi perihal itu, Kepala Biro IAIN Bukittinggi Syahrul Wirda menyebutkan, jika pihak kampus meminta yang bersangkutan untuk menaati kode etik, karena ada pihak internal kampus yang tidak merasa nyaman.

Baca juga  Indef: 'Bom Waktu Ekonomi' Dampak Kebijakan Penahanan BBM Subsidi dan Listrik

“Dia kan guru Bahasa Inggris. Dia mengajar anak-anak kan, speaking perlu. Ada beberapa yang diajar tidak nyaman. Kita kan perlu identitas. Makanya kalau di kampus, kami minta tolong kode etik kampus dipatuhi. Sampai hari ini dia belum mau,” kata Syahrul Wirda, Senin (13/3).

Diketahui Hayati Syafri merupakan dosen IAIN yang telah mengajar sejak tahun 2017 dan berstatus PNS.

“Ini merupakan hukuman yang paling berat bagi saya, saya merasa terzalimi, padahal saya hanya menjalankan sunnah islam dan tidak ada dalil yang melarang,” ucapnya.

Hal serupa juga dialami oleh artis yang telah hijrah Kartika Putri. Artis yang terkenal dengan logat ngapak ini mencurahkan isi hatinya melalui laman instagramnya saat hendak bepergian dengan moda transportasi udara.

“YaAllah mengapa aku merasa di “intimidasi” dengan niqab ini.. apa salah nya jika muslimah menggunakan niqab..” tulisnya.

Baca juga  Gerindra Fasilitasi Ruang Kritikan ke Masyarakat

Kendati Kartika Putri atau yang akrab disapa Karput ini memahami SOP yang ada, namun dirinya sangat kecewa karena aturan yang mendeskreditkan kelompoktertentu.

“Saya paham akan SOP dan ini bukan pertama sy ke bandara hehe tp jelas perbedaannya.. saya hanya mengutarakan apa yang saya alami agar lebih baik kedepannya.. klo bukan kita siapa lagi yang memperjuangkan hak yang sama sbg warganegara tnp membeda bedakan suku ras dan agama” katanya.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here