Permohonan BPN Kandas di Mahkamah Agung

0

PolitikToday – Mahkamah Agung (MA) melalui putusannya dengan Nomor 1/P/PAP/2019 menyatakan ‘tidak dapat menerima permohonan BPN Prabowo-Sandi terkait sengketa proses Pilpres 2019.

Permohonan yang diwakili Ketua BPN Jenderal TNI (Purnawirawan) Djoko Santoso itu diajukan ke MA setelah sebelum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menolak laporan BPN tentang dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif di Pilpres 2019.

“Iya betul, putusan menyatakan permohonan ‘tidak diterima’ (Niet Onvankelijke verklaard),” kata Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, Rabu (26/6).

Permohonan BPN tersebut ditolak karena BPN selaku pemohon tidak dapat melengkapi syarat formal dan telah melewati tenggat waktu yang diberikan.

“Hal itu menunjukkan bahwa terdapat syarat formal yang belum dilengkapi pemohon, atau pemohon diajukan pemohon namun sudah melewati tenggat waktu,” jelas Abdullah.

Selain menolak permohonan BPN, MA dalam putusannya juga menjatuhkan hukuman terhadap pemohon untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 1 juta.

Abdullah mengungkapkan, MA dalam pertimbangan putusannya menyatakan gugatan BPN Prabowo-Sandi bukanlah objek Pelanggaran Administrasi Pemilu (PAP).

Ia menjelaskan, yang seharusnya menjadi objek perkara adalah keputusan KPU yang mendiskualifikasi Calon Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan putusan Bawaslu yang menyatakan Calon Presiden dan Wakil Presiden melakukan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

(bs)

Baca juga  Buruknya Pengelolaan Bangunan Liar jadi Penyebab Banjir Kota Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here