Pertanyakan Sumber Dana, PDIP Sangsi PSI Konsisten Anti-Korupsi

0
Pertanyakan Sumber Dana, PDIP Sangsi PSI Konsisten Anti-Korupsi
Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie berpidato saat kampanye dalam #Festival11 Yogyakarta di Jogja Expo Centre (JEC), Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/2/2019). Dalam acara yang dihadiri ribuan kader dan simpatisan PSI dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta itu Grace Natalie membicarakan masalah solidaritas dan anti korupsi di Indonesia. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama.

PolitikToday – Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyangsikan PSI akan konsisten dengan sikap perjuangan anti korupsi dan toleransinya. Dia melihat, saat ini ambisi PSI ingin lolos ke DPR RI di Pemilu 2019. Maka dari itu, PSI melontarkan bualan manis di masa kampanye ini.

“Fair saja, sekarang tentu belum bisa dibuktikan. Tapi harus diakui mereka berkata-kata dengan manis dan menarik. Secara pribadi saya ingin melihat teman teman PSI ada di Senayan. Namun berbagai survei menunjukkan partai ini dinilai elitis, tidak berakar, dan cenderung menyasar/cocok untuk orang-orang kota,” kata dia, Selasa (12/3/2019) .

Pernyataan itu ia lontarkan guna menanggapi pidato politik Ketua Umum PSI Grace Natalie di Medan, Senin (11/3/2019). Dalam pidatonya, Grace mempertanyakan sikap para partai nasionalis tentang sikap anti korupsi dan toleransi yang tampaknya belum di implementasikan.

Menurut Hendrawan, tiap partai memiliki pendekatan dan strategi berbeda tentang sikap anti korupsi dan komitmen toleransi. Dia mengatakan, PDIP tak banyak gembar gembor soal hal tersebut. Tapi terus bekerja melalui praktik dan kultur politik yang dibangun.

“Siklusnya internalisasi, sosialisasi dan eksternalisasi ideologi. Butuh waktu panjang, itu sebabnya kami terus mengingatkan agar kader memiliki kesabaran revolusioner,” terangnya.

Di sisi lain, Hendrawan juga mempertanyakan sumber pendanaan PSI sebagai partai baru. Pasalnya, katanya, partai partai besar kesulitan menggalang dana untuk beriklan di televisi, baliho berbayar serta alat peraga kampanye lainnya. Sementara PSI terlihat enteng untuk mendanai biaya kampanye.

“Jadi ada yang menarik tentang PSI. Siapa saja konglomerat yang ada di belakangnya, sumber dana dari bisnis apa, dan seterusnya, bisa jadi bahan kajian menarik,” tandasnya.

(raf)

Baca juga  PDIP, Kisah si Tertindas yang Meneladani Penindasnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here