PKB Sebut Mahfud Tidak Didukung Arus Bawah NU

0
653
PKB Sebut Mahfud Tidak Didukung Arus Bawah NU

PolitikToday – Disebutnya nama Mantan Ketua Mahmakah Konstitusi Prof. Mahfud MD sebagai salah satu kandidat wakil presiden dinilai Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Reza tidak sesuai dengan keinginan arus bawah warga nahdliyin. Nama Mahfud, sebut Reza, berdasarkan pengalaman pemilihan presiden sebelumnya, suara arus bawah Nahdlatul Ulama (NU) sangat menentukan arah dan sikap politik mereka di Pilpres.

“Saya berikan catatan kami tidak dalam posisi bisa mengkritik siapa calon yang akan dipilih Pak Joko Widodo, tetapi yang bisa saya katakan di NU ada yang namanya suara arus bawah,” ujar Faisol Reza di Jakarta, Kamis (12/7).

Reza menerangkan, pada Pilpres 2004 lalu, PKB pernah mendukung pasangan Wiranto-Shalahuddin Wahid dalam Pilpres 2004 yang juga tidak sesuai dengan keinginan arus bawah warga NU. Akibatnya lanjut aktifis 98 tersebur, suara Wiranto – Wahid tidak sesuai dengan harapan.

Justru pada waktu itu, jelasnya banyak warga NU yang memberikan suara kepada SBY – Jusuf Kalla.

Baca juga  Impor Jagung Pakan Ternak 100 Ribu Ton, Petani Rugi

“Belajar dari sana, kami mengingatkan bahwa suara NU besar, suara PKB yang didukung NU itu besar, ada suara arus bawah. Itu yang harus didengarkan siapa,” jelanya.

Sampai saat ini, tambahnya, suara arus bawah mendukung pencalonan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan menyarankan agar suara arus bawah itu tidak ditinggal agar PKB yang dirangkul tidak hanya kepalanya, sementara badannya tidak.

Reza meyakini, pada akhirnya nanti Presiden Jokowi akan mengandeng Cak Imin sebagai Cawapres karena selama ini komunikasi keduanya berjalan baik dan meyakinkan.

“Kami melihat gestur Jokowi cara komunikasi cocok dengan Cak Imin dan saya kira ini sudah memberi keyakinan pada kami Jokowi akan memilih Cak Imin,” ujarnya.

Sementara itu, meski namanya disebut akan menjadi cawapres pilihan Jokowi, Mahfud MD sendiri mengaku tidak ingin maju menjadi calon wakil presiden pada kontestasi pemilihan presiden 2019.

Baca juga  Politikus Demokrat: Yusril Tidak Bisa Pisahkan Posisi Politik Dan Profesinya

Ia bahkan mengaku tidak melakukan upaya-upaya untuk mempromosikan dirinya agar ada yang mengusungnya menjadi cawapres 2019.

“Saya tidak ingin (menjadi calon wakil presiden 2019). Karena kalau ingin saya pasti akan melakukan upaya-upaya atau langkah-langkah seperti memasang baligo-baligo dan sebagainya,” kata Mahfud.

Namun Ia menegaskan tidak menutup dirinya untuk bisa maju menjadi cawapres pada kontestasi Pilpres 2019 ketika ada tawaran dari partai politik dan sesuai, bukan tidak mungkin hal itu akan diterimanya.

“Bukan berarti saya tidak mau. Kalau tidak mau berarti sama sekali tidak akan maju. Kalau ternyata nanti sejarah mengatakan saya harus maju, ya, bisa saja. Silakan, tetapi saya tidak menawarkan diri,” ujar Mahfud.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here