PKS Hanya Targetkan Kalahkan Jokowi di 2019

0
165
PKS Hanya Targetkan Kalahkan Jokowi di 2019

PolitikToday – Ketua DPP Partai Keadilan Sosial (PKS), Ali Sera mengaku siap menghadirkan lawan bagi petahana saat ini, yaitu Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Dia juga mengaku PKS pada Pilpres 2019 hanya memasang target mengalahkan Jokowi.

“Yang jelas, kami targetnya hanya satu: mengalahkan Pak Jokowi di 2019,” kata Mardani saat dihubungi, Selasa (13/3/2018).

PKS dalam banyak ulasan memang disebut-sebut sudah hampir pasti berkoalisi dengan Gerindra. PKS pun disebut telah menyatakan kesiapan dukungannya apabila Prabowo Subianto kembali maju menjadi calon presiden.

Dengan koalisi dua partai saja PKS merasa yakin dikarenakan jumlah kursi yang dimiliki kedua partai ini mencukupi syarat ambang batas mengusung capres/cawapres.

Baca juga  Sandiaga: Ekonomi Lemah karena Pemerintah Salah Strategi

Mardani menyebut, saat ini PKS dan Gerindra sedang bermusyawarh menentukan pasangan capres-cawapres yang akan diusung pada gelaran pesta rakyat 2019. Ia pun memberi warning kepada PDI Perjuangan agar berhati-hati dengan manuver yang akan dilakukan partainya bersama partai Gerindra.

“Yang jelas, kita sudah punya tiket. Sekarang tinggal bermusyawarah siapa capres dan siapa cawapresnya. Pak Prabowo mencermati segala hal, sehingga PDIP yang harus hati-hati,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Waketum Gerindra Fadli Zon meyakini pada gelaran Pilpres 2019 akan kembali terulang persaingan antara Prabowo dan Jokowi.

Namun keyakinan Fadli Zin tersebut dipatahkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Suprtikno. Politisi ini menyebutkan bahwa keyakinan Fadli Zon tersebut msih premature.

Baca juga  JK Ingatkan Dukungan untuk Jokowi Tidak Boleh Atas Nama Gubernur

Hendrawan meminta agar politik Indonesia tak dibuat gaduh dengan spekulasi-spekulasi. Anggota Komisi XI DPR ini meminta agar kestabilan politik dijaga.

“Hal yang menggembirakan harus kita syukuri. Isyarat-isyarat yang lebih bersahabat sedang terjadi, baik antarparpol maupun antarpolitikus. Jangan dibuat keruh dengan ilusi ekspektasi dan manipulasi komunikasi,” kata Hendrawan.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here